16 Juni 2024

`

Puluhan Siswa PAUD Omah Bocah Annaafi Dilatih Hadapi Bencana Alam

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 85 murid dan 6 guru PAUD Terpadu Omah Bocah Annaafi, Kota Malang, Jawa Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, mengikuti simulasi bencana gempa bumi sebagai bentuk kegiatan satuan pendidikan aman bencana Rabu (14/06/2023) siang di sekolah setempat.

 

Para murid PAUD Terpadu Omah Bocah Annaafi, guru, dan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Rabu (14/06/2023) siang di sekolah setempat.

 

KASI Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Malang, Dra. Khabibah, MM, menjelaskan, edukasi kebencanaan bagi anak usia dini perlu diberikan agar mereka secara dini dapat menyerap pengetahuan jenis bencana dan bagaimana penanggulangannya. “Materi yang diberikan dalam bentuk penerimaan pengetahuan dan keterampilan penanggulangan bencana,” katanya.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, memberikan materi kepada para murid PAUD Terpadu Omah Bocah Annaafi, cara menghadapi bencana alam, Rabu (14/06/2023) siang di sekolah setempat.

Ditambahkannya, materi yang diberikan berupa sosialisasi dan simulasi terkait teknik evakuasi mandiri jika terjadi gempa bumi, seperti melindungi kepala, bersembunyi di bawah meja, serta berlari menyelamatkan diri ke tempat terbuka.

“Kegiatan edukasi bencana ini sangat perlu dilakukan sebagai pembelajaran dan perkenalan awal pada mitigasi bencana. Dengan sosialisasi ini diharapkan para siswa dan siswi dapat menambah pengetahuannya di bidang bencana dan selalu siap dalam menghadapi bencana, serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat evakuasi terjadi,” harapnya.

Murid PAUD Terpadu Omah Bocah Annaafi, Kota Malang, Jawa Timur diajari menghadapi bencana alam dengan cara menutup kepala dengan tas oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Rabu (14/06/2023) siang di sekolah setempat.

Khabibah menegaskan, edukasi dan simulasi sigap bencana ini sifatnya sangat penting, karena setiap kejadian alam tidak dapat diprediksi. “Monggo setiap sekolah yang ada di Kota Malang bilamana membutuhkan kami, bisa menghubungi link dan call center kami. Semuanya gratis,” tandasnya.

Sementara itu, Evi Widya Sukmawati, SE, Kepala PAUD Teroadu Omah Bocah Annaafi menjabarkan, simulasi bencana gempa bumi ini sebagai bentuk kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada para siswa. “Kegiatan ini sangat penting, karena nantinya anak-anak dapat mengetahui apa yang harus mereka lakukan ketika terjadi gempa bumi maupun bencana alam lainnya,” katanya.

Dia menambahkan, tidak hanya mengedukasi setiap siswa, para guru juga diberikan pengetahuan langsung oleh ahlinya. Harapannya, melalui pelatihan dan simulasi ini mereka akan lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana alam, sehingga dapat mengurangi risiko korban luka dan jiwa. (div/mat)