23 April 2024

`

Pokdarwis Koeboeran Londo Selenggarakan Ritual Hono Omaku di Tugu Jepang

2 min read
Tari-tarian mewarnai ritual Hono Omaku melakukan ritual di Tugu Jepang, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Koeboeran Londo, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, mengggelar Hono Omaku (Tabur Bunga), Sabtu (25/09/2021) di Tugu Jepang yang terletak di TPU Nasrani, Sukun, Kota Malang yang lebih terkenal dengan sebutan Kuburan Londo.

 

Panitia dan undangan berdiri di depan Tugu Jepang usai ritual Hono Omaku.

 

KARENA masih masa pandemi COVID-19, pelaksanaan Hono Omaku (Tabur Bunga) diselenggarakan sederhana. Hanya dihadiri Sapto (perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang), Subaedi Kepala UPT Pemakaman, Andin Yunistianto Lurah Sukun, Ki Demang/Isa Wahyudi Ketua Forkom Pokdariwis Kampung Wisata Tematik Kota Malang, perwakilan LPMK, KIM, RW 3 Kelurahan Sukun. Panitia tidak mengundang Konjen Jepang yang berkantor di Surabaya.

Salah satu peserta Ritual Hono Omaku melakukan ritual di Tugu Jepang, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur.

Subaedi, Kepala UPT Pemakaman DLH Kota Malang menyampaikan apresiasi atas terselengaranya acara ini di tengah pandemi COVID19. “Nanti, kalau sudah normal kembali, TPU Nasrani akan dijadikan area wisata heritage secara maksimal. Kegiatan seperti tabur bunga, misa arwah, kedepan bisa diikuti wisataaan. Kami telah mempersiapkan galery dan ruang ngopi, sehingga menjadikan area ini sebagai tempat pertumbuhan ekonomi kerakyatan, menambah sport, dan memperbanyak tulisan-tulisan untuk literasi sejarah,” katanya.

Ki Demang/Isa Wahyudi Ketua Forkom Pokdariwis Kampung Wisata Tematik Kota Malang, menjelaskan, di Tugu Jepang ini ada 50 nama tentara Jepang yang terpahat dengan huruf kanji, huruf khas Jepang”. Jasad tentara Jepang yang gugur, lebih dulu dikremasi di TPU ini. Usai dibakar, abunya disimpan di dalam guci, lalu dikubur di bawah Tugu Jepang ini.

Mulai tahun 1982, perwakilan Konsulat Jenderal Jepang setiap tahun melaksanakan upacara di Monumen Jepang sebagai penghormatan arwah nenek moyangnya. Pada tugu Jepang tersebut, juga terpahat tulisan dalam bentuk huruf kanji Jepang yang dalam bahasa Indonesia artinya beristirahatlah dengan tenang di Kota Malang yang indah dan tentram.

“Di TPU Nasrani Sukun ini terdapat banyak objek cagar budaya. Salah satunya bangunan pintu gerbag sebagai perkantoran, makam tokoh-tokoh penting, seperti Dolira Chavid (Tante Dolly), Joseph Wang CDD (pendiri Hua Ind), CG Lavalette (pendiri RS Lavalete), sampai Pieter A Allaris, (pengikut freemasson sampai Mgr Clement Van Den Pas O Carm (Misionaris Ordo Karmel dari Belanda),’ terang Ki Demang yang juga merupakan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang.

Ki Demang menambahkan, temuan yang tak kalah menarik adalah dua bungker misterius pindahan dari makam Patimura dan Kuthobedah. Oleh karena itu perlu dikaji satu persatu sehingga masing-masing dapat ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Kami dari Pokdarwis Koeboeran Londo yang selama ini memanfaatkan TPU Nasrani Sukun ini untuk kegiatan edukasi sejarah, kegiatan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Karena masih suasana PPKM maka kegiatan kami fasilitaai dalam bentuk virtual tour dark tourism,” kata M.Djainul Arifin, Ketua RW 3 sekaligus Ketua Pokdarwis Koeboeran Londo. (div/mat)