20 Mei 2024

`

Masuk Tahun Ke-7, Wali Kota Apresiasi Tong Tong Night Market

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 40 stand UMKM, mulai aneka jajanan jaman dulu, produk fashion, kerajinan tangan, membatik, dan sebagainya, mengikuti Tong Tong Night Market ke-7, di Taman Tjerme – The Shalimar Boutique Hotel – Jl. Cerme, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat – Minggu, (23-30/07/2023).

 

Wali Kota Malang, H. Sutiaji bersama sejumlah pejabat mengunjungi Tong Tong Night Market ke-7, di Taman Tjerme – The Shalimar Boutique Hotel – Jl. Cerme, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat – Minggu, (23-30/07/2023).

 

WALI KOTA Malang, H. Sutiaji, mengapresiasi penyelenggaraan event yang sudah memasuki tahun ke- 7 ini. Konsistensi dalam penyelenggaraan membuat daya tarik wisatawan. Apalagi melibatkan puluhan pelaku UMKM di Kota Malang. “Ini luar biasa. Konsistensi penyelenggaraan yang tentu tidak mudah. Dari tahun ke tahun, jumlah pengunjung serta stand UMKM semakin bertambah,” katanya.

Stand Pie Ngalam Haritage didatangi pengunjung Tong Tong Night Market ke-7, di Taman Tjerme – The Shalimar Boutique Hotel – Jl. Cerme, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat – Minggu, (23-30/07/2023).

Wali Kota Malang yang berada di lokasi Tong Tong Night Market menambahkan, kehadiran UMKM sangat penting. Selain sebagai pegiat ekonomi mikro, komitmen panitia melibatkan pengusaha mikro patut mendapat apresiasi.
Dalam gelaran tersebut, ada sekitar 40 ragam stand UMKM. Mulai aneka jajanan jaman dulu, produk fashion, kerajinan tangan, membatik, dan lainya. “Tong Tong Night Market sudah menjadi agenda Pemkot Malang. Mungkin nantinya bisa dipastikan mengenai tanggal dan bulan pelaksanaan. Sehingga wisatawan bisa menjadwalkan kunjungan dipaskan waktunya,” harapnya.

Salah satu stand makanan yang menarik pengunjung adalah Pie Ngalam Haritage. Stand jajanan ini menyajikan sejumlah pie dengan berbagai varian rasa. Dikemas dalam pack yang praktis dan eksklusif. Mudah dalam pembawaan hingga untuk oleh oleh.

Lailatus Saidah, owner Pie Ngalam menjelaskan, pihaknya menyajikan beragam rasa. Namun sebelumnya melakukan research. “Ada sejumlah varian rasa. Menggunakan bahan-bahan rempah nusantara. Mulai jahe dan pie cabe. Juga ada cinnamon dengan sensasi asamnya. Tema dan bahan beda dari yang sudah ada sebelumnya,” terangnya.

Ia mengaku varian lain berupa coklat keju mix serut. Tentunya fokus dan konsen mengangkat rempah nusantara. Karena Indonesia kaya akan rempah. “Dan, hasil dari beragam varian rasa itu disukai semua kalangan, mulai anak-anak sampai orang tua, karena sudah dalam bentuk sajian jajanan kue yang menarik. (aji/mat)