25 Juli 2024

`

Kemarau Panjang, Wali Kota Ajak Masyarakat Mengatur Pola Makan

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Wali Kota Malang, Jawa Timur, H. Sutiaji, berpesan kepada masyarakat agar menjaga pola makan, karena saat ini musim kemarau cukup panjang. Bahkan di beberapa daerah, harga kebutuhan bahan pokok mahal.

 

Wali Kota Malang, H. Sutiaji, bersama para undangan saat melaunching gerakan pangan murah di kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (26/06/2023).

 

Wali Kota Malang, H. Sutiaji, meninjau stand yang berjualan sembako saat melaunching gerakan pangan murah di kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (26/06/2023) siang. (foto : malangkota.go.id)

“BIASAKAN pola makan. Makan secukupnya. Pastikan ketersediaan pangan, karena kalau sudah menyentuh kebutuhan pangan cukup rentan,” katanya saat melaunching gerakan pangan murah di kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (26/06/2023). Gerakan pangan murah dimaksudkan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, ketersediaan pangan harus dijaga. Harga sembako pun harus tetap terjangkau. “Masyarakat akan kondusif apabila kebutuhan pokoknya dapat dipenuhi dan harga terjangkau. Program seperti ini sebagai langkah nyata untuk mengontrol tingkat inflasi,” katanya.

Ketersediaan pangan, khususnya beras, harus terjaga agar tak muncul gejolak sosial. Tampak satu truk beras diturunkan saat launching gerakan pangan murah di kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (26/06/2023). (foto : malangkota.go.id)

Dia menambahkan, Gerakan Pangan Murah inilah yang nanti akan membawa bagaimana pengendalian inflasi, keterjangkauan pangan, keterjangkauan harga, dan ketersediaan pangan tercukupi dengan baik. “Hingga saat ini terbukti inflasi di Kota Malang yang terendah di Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Perdagangan Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menerangkan, saat ini salah satu kebutuhan yang harganya cukup tinggi, adalah daging ayam.

Harga telor juga naik, dari Rp 27 ribu/kg menjadi Rp 30 ribu/kg, gula pasir dijual Rp 15 ribu/kg dari harga sebelumnya Rp 12 ribu/kg, minyak goreng dari Rp 12.500/kg menjadi Rp 15.500/kg. “Untuk itu pandai- pandailah konsumsi daging ayam. Konsumsi sesuai kebutuhan. Selain itu cari pengganti daging ayam yang punya nutrisi serupa,” harapnya. (aji/mat)