13 April 2024

`

Keluarga Mbah Bandi Selamat Karena Berteduh di Kandang Babi

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Banjir bandang yang menerjang Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (17/10/2022) pagi, menyisakan duka mendalam bagi keluarga Mbah Bandi (70). Ia dan 5 anak dan cucunya harus mengungsi ke balai desa karena rumahnya rusak parah tertimpa tanah longsor.

 

Tumpukan kayu berukuran besar berada di jalan Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat diterjang banjir bandang, Senin (17/10/2022) siang.

 

 

Warga kerja bakti menyingkirkan tumpukan kayu berukuran besar yang meluber di jalan Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat diterjang banjir bandang, Senin (17/10/2022) siang.

BAHKAN saat hujan deras turun, dia dan keluarganya terpaksa berteduh di kandang babi yang lokasinya tak begitu jauh dari rumahnya. Ini terpaksa dilakukan karena rumahnya rawan bencana.

“Jadi, saat hujan deras turun, keluarga ini mengungsi di kandang babi dekat rumahnya. Kebetulan kandang babi ini terbuat dari batu bata sehingga kokoh dan tak rawan roboh. Sedangkan rumah Mbah Bandi terbuat dari blabak (papan), sehingga rawan rusak,” kata Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, Senin (17/10/2022) malam.

Selain itu, masih kata Hendik Arso, rumahnya berada di perengan (tebing) sehingga rawan longsor. “Benar saja, saat hujan deras turun, terjadi longsor dan menimpa rumah Mbah Bandi yang berada di RT 18/RW 3. Untung mereka sudah mengungsi terlebih dulu, sehingga selamat.  Hanya saja rumahnya rusak parah,” ujarnya.

Air meluap, masuk ke jalanan Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat diterjang banjir bandang, Senin (17/10/2022) siang.

Karena rumahnya rusak parah, untuk sementara mereka mengungsi ke balai desa. “Untuk sementara, sebanyak 12 rumah penduduk mengalami rusak sedang, 2 rusak berat. Sedangkan fasilitas umum yang rusak di antaranya TPQ hancur total, pipa air bersih sekitar 3 Km, 2 jembatan, 1 dam, pagar masjid, 365 penduduk terdampak banjir, dan sebagainya,” jelas Hendik Arso.

Untuk sementara, desa yang berada di pesisir laut selatan ini butuh bantuan bronjong dalam jumlah banyak untuk menangkal longsor dan banjir. “Selain itu warga butuh sembako dan peralatan dapur. Karena ada beberapa rumah penduduk yang dapurnya tersapu banjir bandang, sehingga peralatan dapurnya hanyut. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun ada empat orang yang mengalami luka ringan,” terangnya.

Hendik Arso

Saat dihubungi via HP, Senin malam, Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, menceritakan, hujan sudah turun sejak Minggu (16/10/2022) pagi hingga Senin (17/10/2022) pagi. “Setelah hujan agak reda, sekitar pukul 08.00 WIB, tiba-tiba air sungai membesar. Makin lama  airnya makin besar. Pas pukul 10.00 WIB, terjadi banjir bandang,” katanya.

Dia menjelaskan, banjir tak hanya membawa air, tapi juga material kayu, akar pohon, sampah, hingga batu berukuran besar. “Material banjir ini menggelinding di sungai. Karena sungainya makin lama tertutup sampah, akhirnya kayu dan batu masuk ke jalanan desa. Bahkan sebagian masuk ke rumah penduduk. Malah banyak sampah dan kayu menumpuk di depan kantor desa,” jelasnya.

Hendik menambahkan, tadi pagi, sebelum terjadi banjir bandang, sebuah TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) masih berdiri kokoh di dekat sungai. “Sekarang TPQ itu sudah hanyut. Pondasinya tergerus banjir sehingga bangunannya pun porak poranda. Ada dua lokal yang terseret arus air. Sebuah kandang kambing juga rusak diterjang banjir,” terangnya. (iko/mat)