8 Desember 2022

'

CUKAI SATPOL PP KOTA MALANG

Dosen UB Tingkatkan Keamanan Produksi Kerapu Lewat Tenaga Surya

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tm Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, mengembangkan perangkat monitoring Keramba Jaring Apung (KJA) berbasis tenaga surya untuk meningkatkan keamanan produksi kerapu di Gili Ketapang, sebuah  pulau kecil di utara Probolinggo, dengan status sebagai kawasan konservasi laut di Jawa Timur, dengan luas total kawasan mencapai 476,78 ha. 

 

Pemasangan instrumen pada salah satu keramba di Gili Ketapang.

 

TIM INI beranggotakan Muhammad Fauzan Edy Purnomo, Ph.D, Akhmad Zainuri, MT (FT), Bambang Semedi, Ph.D, Dhira K. Saputra, M.Sc (FPIK), dan Supriyono, M.AB (FIA UB), M.Sc.

Penyerahan perangkat monitoring kepada mitra pembudidaya KJA.

Ketua Pokmaswas Gili Bahari, H. Sakur, mengatakan, saat ini terdapat lebih dari 400 petak keramba jaring apung (KJA) dengan komoditas utama  kerapu. “Walaupun produktivitas budidaya kerapu cukup baik, tapi saat ini marak terjadi pencurian ikan pada keramba pembudidaya,” katanya, Selasa (22/11/2022) siang.

Kondisi tersebut disebabkan ketiadaan sumber daya listrik untuk pemantauan, serta lokasi yang tergolong jauh dari jangkauan monitoring kelompok pembudidaya.

KJA berbasis tenaga surya terdiri dari perangkat solar panel, sistem penerangan dan sensor secara otomatis bekerja apabila terdapat indikasi gerakan manusia di sekitar keramba.

Perancang system, Akhmad Zainuri, mengatakan, penggunaan solar panel dilatarbelakangi oleh sulitnya akses listrik dari daratan Gili Ketapang, sehingga dengan menggunakan tenaga surya tidak membebani biaya operasional.

Koordinasi dengan pembudidaya untuk penentuan lokasi dan kebutuhan perangkat.

“Walaupun begitu, terdapat tantangan yang dihadapi perangkat ini, karena kondisi gelombang yang terdapat pada perairan Gili Ketapang, serta ancaman korosi akibat air dan uap garam. Perangkat ini akan terus dipantau secara berkala agar dapat membantu pembudidaya dalam mengamankan keramba masing-masing,” kata Zainuri.

Saat ini telah terpasang dua unit perangkat monitoring pada dua area keramba di Gili Ketapang. Respon positif diberikan oleh kelompok pembudidaya. Bahkan diharapkan adanya tambahan perangkat serupa pada area-area lainnya di Gili Ketapang.

Gili Ketapang merupakan pulau kecil di utara Probolinggo, dengan status sebagai Kawasan Konservasi Laut di Jawa Timur, dengan luas total kawasan mencapai 476,78 Ha (Kepmen-KP 64/2020).

Daratan pulau ini mencakup wilayah seluas 72 Ha dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi, mencapai 13.095 jiwa. Potensi daya dukung perairan di pulau ini cukup tinggi, dan dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya laut, wisata bahari,  dan perikanan tangkap. (div/mat)