25 April 2024

`

Dongkrak Prestasi Atlet, Pengurus PBSI Kabupaten Malang – Wali Atlet Jalin Komunikasi

3 min read
Para Pengurus PBSI Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengikuti pertemuan dengan para wali atlet di salah satu rumah makan di Kepanjen, Sabtu (03/02/2024) siang.

MALANG | TABLOIDJAWATIMUR.COM – Setelah melakukan sosialisasi kepada seluruh pengurus klub (persatuan bulutangkis) terkait program kerja tahun 2024, Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menggelar sosialisasi kepada para wali atlet yang dikemas dalam bentuk ngopi bareng, Sabtu (03/02/2024) siang, di salah satu rumah makan di Kepanjen.

 

Anggota Bidang Binpres PBSI Kabupaten Malang, Jawa Timur, Zaenal Arif, menjelaskan program Binpres tahun 2024 saat pertemuan dengan para wali atlet di salah satu rumah makan di Kepanjen, Sabtu (03/02/2024) siang.

 

Ketua Umum PBSI Kabupaten Malang, H. Imam Sumantri, ST, MT, MH, membuka pertemuan dengan para wali atlet di salah satu rumah makan di Kepanjen, Sabtu (03/02/2024) siang.

MENURUT Ketua Umum PBSI Kabupaten Malang, H. Imam Sumantri, ST, MT, MH, materi yang disampaikan pada prinsipnya sama dengan yang disampaikan kepada para pengurus klub. “Kami ingin agar program kerja PBSI juga tersampaikan secara langsung kepada para wali atlet agar tidak terputus. Para wali atlet juga berhak tahu program kerja PBSI tahun 2024 agar bisa ikut mempersiapkan anak-anaknya,” katanya.

Beberapa program kerja yang disampaikan di antaranya soal mutasi, pemusatan latihan untuk kejurprov, popda, dan sebagainya. “Dan yang tak kalah pentingnya adalah program PBSI untuk memfasilitasi atlet-atlet yang berprestasi dan kompetitif berlaga di sirkuit nasional (sirnas). Tapi dengan syarat atlet tersebut domisili di Kabupaten Malang. Karena itu para wali atket saya mohon bantuannya untuk ikut mendorong semangat anak-anak agar lebih giat berlatih,” kata Imam Sumantri.

Para wali atlet mengikuti pertemuan di salah satu rumah makan di Kepanjen, Sabtu (03/02/2024) siang.

Menanggapi program kerja PBSI ini, para wali atlet yang hadir dalam pertemuan itu pun menyambut positif. Bahkan mereka berharap agar seleksi atlet yang masuk puslat benar-benar transparan. “Semoga program kerja PBSI Kabupaten Malang dapat segera terealisasi agar anak-anak dapat segera masuk puslat,” harap mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, memasuki tahun 2024, Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggelar sosialisasi program kerja kepada seluruh pengurus klub (persatuan bulutangkis), Sabtu (27/01/2024) siang di salah satu rumah makan di Kepanjen. Salah satu programnya akan memfailitasi atlet yang akan mengikuti sirnas (sirkuit nasional).

Salah seorang wali atlet mengajukan pertanyaan kepada pengurus PBSI Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat pertemuan di salah satu rumah makan di Kepanjen, Sabtu (03/02/2024) siang.

Ada beberapa program kerja yang disampaikan kepada pengurus klub. Di antaranya, soal pemusatan latihan (puslat) bagi atlet yang akan diturunkan di Kejurprov Jawa Timur 2024 dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur yang rencananya akan digelar di Bangkalan, Oktober 2024. “Jadi, sebelum turun di event tersebut, para atlet akan menjalani pemusalatan latihan terlebih dulu,” kata Ketua Binpres PBSI Kabupaten Malang, Musdori di sela-sela kegiatan.

Sebelum masuk puslat, menurut anggota Binpres PBSI, Zaenal Arif, akan dilakukan seleksi atlet “Ada beberapa materi seleksi yang harus dijalani. Di antaranya, soal kemampuan fisik, teknik, hingga etika (attitude) pemain. Walaupun mainnya bagus, fisiknya kuat, tapi anaknya tak punya etika, tentu tak lolos. Bagi kami etika atlet nomor satu,” katanya.

Selain membahas soal puslat, dalam kesempatan itu, juga disampaikan soal perpindahan atlet dari klub satu ke klub yang lain. Menurut Wakil Ketua Umum 2 PBSI Kabupaten Malang, ada dua cara perpindahan atlet, yakni mutasi dan sistem degradasi. “Namun yang lazim dipakai adalah sistem mutasi. Sedangkan sistem degradasi jarang sekali dipakai, karena sistem degra ini sejatinya hanya berlaku bagi atlet yang berada puslat, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pelatnas. Karena prestasinya tak bagus atau karena indisiplliner, akhirnya didegradasi,” jelasnya.

Meski demikian, kedua cara ini sama-sama mempunyai peraturan yang harus ditaati masing-masing atlet dan klub. Salah satu syratanya adalah, perpindahan atlet harus seijin dan sepengetahuan pengurus PBSI di semua tingkatan. “Tak boleh ada atlet atau pengurus klub yang seenaknya pindah ke klub lain tanpa ijin atau sepengetahuan pengurus PBSI, karena semua sudah ada aturannya. Kalau melanggar, tentu ada sanksinya,” kata Inwiyono. (iko/mat)