23 April 2024

`

Cuti Bersama, Kendaraan Uji Kir Melonjak Drastis

2 min read
Antrian dan proses uji kir di UPT Terminal Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Untuk menghindari tilang karena uji kir mati, ratusan pemilik kendaraan angkutan barang dan penumpang melakukan uji kir di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Talangagung, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (08/06/2018).

 

PARA pemilik kendaraan terpaksa memajukan uji kir kendaraan karena ada cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018, dari tanggal 11 -19 Juni 2018.  “Hari ini memang hari pelayanan untuk uji kir. Karena Senin (11/06/2018) besok itu sudah libur. Sebenarnya, meskipun telat, tidak ada denda. Namun para pemilik kendaraan takut kena tilang. Sebab, jika terkena razia di lapangan dan buku kirnya mati, tentunya akan kena tilang,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi.

Angkutan umum yang melakukan uji kir di UPT Terminal Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur meningkat.

Dari data yang dimiliki Dinas Perhubungan, pada hari terakhir pelayanan uji kir, ada kenaikan signifikan dari jumlah kendaraan yang mendaftar untuk uji kir. “Pada hari-hari normal,  jumlah kendaraan yang melakukan uji kir rata-rata 150 kendaraan per hari. Dalam satu minggu ini ada kenaikan 50%. Kemarin ada 258 kendaraan. Hari ini sampai di angka 390 kendaraan,” jelas Hafi.

“Dengan tingginya jumlah kendaraan yang melakukan uji kir, hari ini akan kami layani sampai selesai meskipun sampai sore hari. Setelah libur, tanggal 20 Juni, kantor pelayanan uji kir buka kembali,” paparnya.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ini menambahkan, biaya uji kir dibagi dalam dua golongan. Di atas 3.500 JBB (Jumlah Berat yang Diperbolehkan) dan di bawah 3.500 JBB.  “Untuk kendaraan di atas 3.500 JBB, biayanya Rp 60 ribu. Di bawah 3.500 JBB biayanya  Rp 50 ribu. Tarif itu berlaku sama secara nasional,” tambah Hafi Lutfi.

Dia menambahkan, ada beberapa aspek dari kendaraan yang harus melewati uji kir. Seperti,  rem, ban, lampu, serta kondisi fisik dan rangka kendaraan. “Jika dinyatakan laik, berarti  lulus uji kir. Jika lulus uji kir, akan diberi stiker yang masa berlakunya 6 bulan,” pungkas Lutfi. (diy)