22 Februari 2024

`

Jumat Ini Pendaftaran Mudik Gratis Ditutup

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Masa pendaftaran mudik gratis yang diadakan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Jawa Timur, tinggal sehari. Jumat (08/06/2018) sudah ditutup. Dari data yang sudah masuk hingga Kamis (07/06/2018), masih tersedia 100 kursi dari 450 kursi yang disediakan panitia.

 

Kepala Dinas Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Hafi Lutfi.

“YANG sudah mendaftar saat ini sudah 350 orang. Sedangkan jatah yang kami sediakan ada 450 kursi. Jadi masih tersisa 100 kursi. Silahkan bagi yang berminat segera mendaftarkan diri, karena Jumat (08/06/2018) terakhir  pendaftaran,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfi.

Lutfi menambahkan, untuk bisa mengikuti program mudik gratis, masyarakat cukup membawa foto copy KTP dan KK, lalu mendaftar di tempat pendaftaran yang disediakan, seperti di Kantor Dinas Perhubungan di Talanggagung, UPT Terminal,  dan Pendopo Kabupaten Malang di Jalan Panji Kepanjen.

Pemberangkatan mudik gratis akan dilaksanakan Sabtu (09/06/2018) pukul 08.00 WIB dari Terminal Talangagung, Kepanjen. “Awalnya pemberangkatan akan dilakukan secara simbolis oleh Bapak Bupati di pendopo. Namun karena Bapak Bupati ada acara lain, maka pemberangkatan dilakukan dari Terminal Talangagung,” papar Hafi Lutfi.

Untuk mengakomodir para peserta mudik gratis,  Dimas Perhubungan  sudah menyediakan 8 unit bus pariwisata. “Kami sudah menyewa 8 unit bus pariwisata, 3 unit merupakan bantuan dari Dinas Perhubungan  Provinsi Jawa Timur,” jelas Hafi.

Selain bus pariwisata ber AC, untuk memberi kenyamanan para peserta mudik,  nantinya juga akan mendapatkan cindera mata dan snack. “Memang, mudik gratis ini adalah yang pertama diadakan. Kami masih akan melakukan evaluasi terus untuk lebih meningkatkan pelayanan,” paparnya.

Sayang,  upaya Dinas Perhubungan  untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kurang mendapat tanggapan dari masyarakat. “Ada beberapa sebab mengapa animo masyarakat agak rendah. Salah satunya, adanya libur panjang. Sedangkan saat ini,  bagi para pedagang, adalah ramai-ramainya pasar. Mungkin ini salah satu faktor juga,” ungkap Lutfi.

Selain itu, besaran THR (Tunjangan Hari Raya) yang sudah diterima oleh masyarakat, juga dianggap menimbulkan pola konsumsi berubah. “Dengan THR yang sudah diterima masyarakat, mereka bisa memilih moda transportasi apa saja untuk mudik,” ujar mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ini. (diy)