19 Mei 2024

`

Bakar Sampah, Lahan Bambu dan Tebu di Singosari Terbakar

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Diduga karena bakar-bakar sampah ditambah cuaca panas dan angin kencang, membuat lahan bambu dan tebu seluas kurang lebih 100 m2 di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Selasa (31/10/2023) siang, sekitar pukul 10.00 WIB. Tak ada korban jiwa dan terluka dalam kejadian ini. Namun kebakaran membuat warga sekitar panik.

 

Beginilah kondisi lahan bambu dan kebun tebu di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, setelah terbakar, Selasa (31/10/2023) siang, sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Petugas damkar Kabupaten Malang dibantu anggota Koramil Singosari, menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar lahan bambu dan tebu seluas kurang lebih 100 m2 di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Selasa (31/10/2023) siang, sekitar pukul 10.00 WIB.

KEPALA Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, menjelaskan, pada Selasa siang, sekitar pukul 10.00 WIB, petugas jaga damkar Kabupaten Malang menerima informasi dari Jefri, Kepala Desa Klampok. Kepada petugas jaga damkar dikabarkan ada lahan bambu dan kebun tebu terbakar di daerahnya.

Setelah mendapat laporan, Tim Damkar yang dipimpin Prastowo sebagai Komandan Regu 1, sekitar pukul 12.30 WIB, langsung meluncur ke lokasi kebakaran dengan membawa 2 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Kabupaten Malang, dibantu 1 unit ambulance, sejumlah relawan RedKar, dibantu anggota Koramil Singosari dan perangkat desa setempat.

Petugas damkar Kabupaten Malang menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar lahan bambu dan tebu seluas kurang lebih 100 m2 di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Selasa (31/10/2023) siang, sekitar pukul 10.00 WIB.

Tim Damkar yang tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 12.55 WIB, langsung melakukan tindakan penanggulangan. Dengan peralatan yang sudah siap dan dibantu sejumlah warga sekitar, petugas melakukan pemadaman. Tak butuh waktu lama bagi petugas dan warga memadamkan api. “Sekitar pukul 13.30 WIB api sudah berhasil dijinakkan,” kata Firmando, Selasa (31/10/2023) petang setelah kejadian.

Namun tak urung api yang diduga karena bakar-bakar sampah dan kemarau panjang itu menimbulkan kepanikan warga sekitar. Tapi berkat kesigapan petugas damkar dan dibantu warga, sehingga api cepat dipadamkan dan tak menjalar kemana-mana. “Hingga laporan ini dibuat, kami belum mengetahui siapa pemilik lahan tersebut, sehingga belum tahu berapa kerugian material dalam kebakaran ini,” kata Firmando.

Mantan Camat Dau dan Pakis ini menambahkan, tak ada korban jiwa dan terluka dalam kejadian ini. Soal penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas yang berwenang. “Diduga karena bakar-bakar sampah dan kemarau panjang. Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan bahaya kebakaran,” pesan Firmando. (iko/mat)