Warga Lowokwaru Adu Pintar Buat Tumpeng

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Puluhan ibu – ibu di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, beradu kreatifitas membuat dan menghias tumpeng, di halaman kantor Kecamatan Lowokwaru, Rabu (27/03/2019).

 

 

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lowokwaru Hj Lilik Hariyani saat membuka lomba tumpeng.

KREASI tumpeng tersebut dipersembahkan sebagai rangkaian menyambut hari jadi Kota Malang ke 105, yang jatuh Senin (01/04/2019) pekan depan.

Ketua Tim penggerak PKK Kota Malang, Hj Widayati S.sos, MM, istri Wali Kota Malang menjelaskan, antusias peserta dalam membuat tumpeng sangat luar biasa.

“Lomba tumpeng ini, sebagai ucapan rasa syukur atas usia Kota Malang ke – 105. Antusiasme terlihat dari kreasi yang ditunjukkan peserta. Jenis bahan mungkin hampir sama, namun kreasinya yang berbeda – beda. Ini  menunjukkan semangat  seluruh peserta,” tuturnya usai membuka acara.

Menurutnya, tumpeng, secara filosofi, mengandung banyak arti. Beragam lauk yang ada, juga mempunyai makna yang mendalam bagi umat manusia.

“Di sekitar tumpeng, ada 7 macam jenis lauk. Pitu itu berarti pitulungan (pertolongan). Jadi diharapkan, manusia selalu mendapatkan pertolongan, dengan membuat tumpeng,” lanjut istri Wali Kota Malang, Sutiaji ini.

Selain itu, lanjutnya, tumpeng bentuknya mengerucut (runcing ke atas), dimaksudkan sebagai perlambang hubungan manusia kepada penciptanya. Sementara serangkaian lauk yang ada di sekitar tumpeng, selain pertolongan juga bermakna kemakmuran warga.

Sementara itu, Camat Lowokwaru, H. Imam Badar yang akrab disapa Abi menjelaskan, jumlah peserta ada 26 tim. Semuanya telah menunjukkan kepiawaianya untuk menjadi yang terbaik.

“Peserta dari kelurahan ada 12 tim, dari PKK kelurahan juga 12 tim, 1 tumpeng dari Kantor Kecamatan, 1 tumpeng lagi dari Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Jadi semuanya ada 26,” tuturnya.

“Dari lomba tumpeng ini, menunjukkan kebersamaan warga. Semua bekerjasama menciptakan kreasi yang terbaik. Apalagi tidak lama lagi dilaksanakan pesta demokrasi, yang sangat dibutuhkan persatuan. Mengingat, sangat mungkin antar warga berbeda pilihan politiknya,” kata Imam.

Lebih penting lagi, masih kata Imam, meski terjadi kemeriahan di halaman kantor kecamatan, namun pelayanan ke masyarakat tetap berjalan normal seperti biasa. “Pelayanan adalah hak warga, harus tetap berjalan. Sudah diatur sebelumnya, termasuk saya juga tetap memberikan pelayanan. Saya instruksikan yang sama di setiap kelurahan,” tuturnya didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lowokwaru, Hj Lilik Hariyani. (ide)