Terjun ke Sungai Metro, Pemuda Kepanjen Gagal Bunuh Diri

Tim TRC PB BPBD Kab Malang melakukan evakuasi Aris Yulis Setiawan pelaku percobaan bunuh diri di Desa Panggungrejo, Kepanjen.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Aris Yulis Setiawan (25), warga Jalan Probolinggo, Kelurahan Panarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan Sungai Metro di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (20/04/2019).

 

BERUNTUNG aksi nekat lajang asal Panarukan, Kepanjen ini tidak sampai merenggut nyawanya. Berkat kesigapan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Aris segera mendapatkan pertolongan di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen.

Tim TRC PB BPBD Kab Malang melakukan evakuasi Aris Yulis Setiawan pelaku percobaan bunuh diri di Desa Panggungrejo, Kepanjen.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Leonardus Agus Supardi menerangkan, Sabtu, pukul 18.30 WIB, pihaknya mendapat laporan adanya aksi bunuh diri di jembatan Sungai Metro, Panggungrejo. “Karena lokasi kejadian dengan markas BPBD tidak jauh, sebentar kemudian kami sampai di lokasi kejadian. Mengetahui pelaku masih hidup, upaya evakuasi untuk penyelamatan langsung kami lakukan,” terang Leo.

Massa mengerubuti Aris Yulis Setiawan (25), warga Jalan Probolinggo, Kelurahan Panarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan Sungai Metro di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dengan cara estafet, tubuh Aris dibawa dari tebing berkedalaman 15 meter ke atas jalan raya. “Jadi,  pelaku awalnya berboncengan dengan kakak perempuannya. Sesampai di lokasi kejadian, Aris meloncat dari jembatan ke dalam Sungai Metro. Beruntung dia tersangkut di rumpun bambu yang berada di tebing dengan kedalaman 15 meter. Saat kami evakuasi, pelaku dalam keadaan sadar dan langsung kami bawa ke IGD RSUD Kanjuruhan agar segera mendapatkan pertolongan,”jelasnya.

Akibat ulah nekatnya, meski tidak sampai kehilangan nyawa, Aris menderita luka memar di dada sebelah kiri. “Diduga pelaku menderita patah tulang rusuk. Selain itu kami tidak melihat adanya luka terbuka di tubuhnya,” ungkap Leo.

Sementara itu,  menurut kakak perempuan pelaku, Ika Sofiana, waktu itu di diajak adiknya, Aris untuk mengambil burung di rumah temannya. “Habis maghrib kami berangkat dari rumah, saya dibonceng. Setelah tiba di jembatan Tegaron, dia berhenti, katanya mau mengambil burung. Ternyata tahu- tahu dia melompat ke dalam sungai,” ujar Ika saat ditemui di IGD RSUD Kanjuruhan.

Mengetahui adiknya nekat melompat ke dalam Sungai Metro, Ika langsung berteriak minta pertolongan warga, yang kemudian diteruskan ke BPBD Kabupaten  Malang. Diduga Aris nekat melakukan percobaan bunuh diri karena mengalami permasalahan keluarga. “Dugaan seperti itu. Kita tidak tahu pasti apa penyebabnya,” pungkas Leo.  (ide)