10 Agustus 2022

TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Salah satu peserta pelatihan belajar memadamkam api dengan karong goni.

SRPB Jatim Sosialisasikan Sekolah Aman Bencana di Lumajang

LUMAJANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur mendukung program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim guna menyukseskan terbentuknya sekolah yang aman dan tangguh dari bencana.

 

Para peserta pelatihan belajar membuat tandu.

 

MENURUT Koordinator Bidang Kemitraan SRPB Jatim, Aslichatul Insiyah, sasarannya adalah seluruh sekolah yang berada di daerah rawan bencana di Jawa Timur.  “Kota pertama yang menjadi tujuan adalah Lumajang.  Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu – Kamis, 23 – 24 Juni 2021. Sasaran sekolah yang dituju adalah MTs Nurul Islam, Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang,” terangnya, Jumat (25/06/2021).

Salah satu instruktur memberikan materi teori di dalam kelas.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh  Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Gatot Soebroto. Hadir pula, Kalaksa BPBD Lumajang Indra Wibowo Leksana dan tim, Muspika Kecamatan Pasirian, dan beberapa undangan dari sekolah lain.

Salah satu peserta pelatihan belajar memadamkam api dengan karong goni.

Selama dua hari Tim SPAB SRPB Jatim melakukan sosialisasi, edukasi, dan simulasi kepada sekitar 100  peserta. Para peserta terdiri dari beberapa unsur. Di antaranya 35 orang di kelas pertama dari unsur stakeholders sekolah.  “Yang dimaksud stakeholders sekolah antara lain mulai dari kepala sekolah dan unsur pimpinan, staf sekolah, dewan guru, tenaga kebersihan, dan penjaga sekolah,” ungkap Aslichatul Insiyah.

Kegiatan hari pertama adalah pembukaan dan materi tentang wawasan kebencanaan. Fokus wilayah potensi bencana adalah Desa Selok Awar-Awar. Dilanjutkan kemudian dengan materi tentang sosialiasai Permendikbud No.33 Tahun 2019 oleh Dinas Pendidikan setempat.

“Materi terakhir  tentang kajian risiko, peta sekolah, rambu jalur evakuasi dan  pengerjaan dokumen kajian resiko. Terbentuk pula satuan tugas sekolah untuk menjadi leader bagi keberlanjutan terselenggaranya SPAB ini ke depannya,”  jelas Azelin, panggilan Aslichatul Insiyah.

Di hari kedua,  sebanyak 100  peserta diajak bersimulasi melakukan evakuasi gempa bumi. Mereka juga belajar tata cara pemadaman kebakaran.

Tim SPAB SRPB Jatim yang bertugas di Lumajang ini sebanyak empat orang. Mereka adalah Aslichatul Insiyah, Andreas Eko Muljanto, Ervan Alif Pujiono, dan Wawan Kimiawan.  “Semoga kegiatan ini  menjadi langkah awal yang menghasilkan tata laksana satuan penddidikan aman bencana bagi seluruh sekolah di Jawa Timur,” pungkas Azelin.  (mat)