Selamatkan Anak Panti Kecebur Sumur, Penolong Meninggal

Petugas Polsek Kedungkandang, Kota Malang, membezuk salah satu penolong yang selamat di RSSA.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kusnan (60),  warga Jl. Ki Ageng Gribig I RT. 01/ RW. 03, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, meninggal dunia, Kamis (19/11/2020) setelah menolong Arif Wahyu (13), anak Panti Asuhan Nurul Izzah, Jl. Ki Ageng Gribig I RT.01/RW.03 Kelurahan Madyopuro, yang kecebur sumur.

 

“KORBAN ini sebelumnya menolong anak panti yang kecebur sumur. Diduga korban meninggal karena kekurangan oksigen,” terang Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi.

Peristiwa berawal dari siswa panti, Arif akan mandi pagi. Kemudian Arif mengambil shampo sasetan yang letaknya di seberang pinggir sumur. Ia mencoba mengambil shampo dengan cara naik ke bibir sumur yang tertutup triplek.  Naas, ia  terperosok,  jatuh ke dalam sumur. Seketika itu korban berteriak.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi memimpin proses evakuasi korban yang kecebur sumur.

Teriakan itu didengar warga penghuni panti asuhan. Selanjutnya menghubungi warga terdekat. Selanjutnya datang warga menolong.  Andik  bersama ayahnya, Kusnan menolong Arif yang jatuh di dalam sumur. Sementara warga lain melapor ke Polisi.

Saat polisi tiba,  Arif sudah berhasil dievakuasi dari dalam sumur dalam kondisi selamat. Namun warga yang menolong, yakni Andik dan Kusnan, masih berada di dalam sumur. Dengan bantuan beberapa warga, kedua penolong ini akhirnya  berhasil dievakuasi dari dalam sumur dalam kondisi tidak sadar diri. Selanjutnya petugas berkoordinasi dengan RJT dan PMI guna melakukan pertolongan.

Andik diselamatkan, lalu dibawa ke RSSA Malang. Sedangkan Kusnan, ketika dilakukan pertolongan pertama,  masih tidak sadarkan diri. Kemudian  dilakukan pemeriksaan oleh dr.  Wida,  Kepala Puskesmas Gribig. Ternyata  korban sudah meninggal dunia.

Menurut Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi, keluarga korban menerima kejadian ini, bahwa meninggalnya korban karena musibah. Pihak keluarrga korban pun  membuat surat pernyataan, disaksikan Ketua RT dan Ketua RW  setempat.  (aji/mat)