Ratusan Pelajar SMP/MTS Ikuti Festival Sholawat Al-Banjari

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ratusan pelajar mengikuti Festival Sholawat Al Banjari Tingkat SMP/MTS se Malang Raya di SMK NU Sunan Giri, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Sabtu (16/11/2019). Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

 

 

Bupati Malang, HM Sanusi membuka Festival Sholawat Al Banjari Tingkat SMP/MTS se Malang Raya di SMK NU Sunan Giri, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/11/2019). (dok: humas & protokol kab malang)

MENURUT Bupati Malang, HM Sanusi yang membuka festival tersebut, Festival Sholawat Al-Banjari ini, selain sebagai sarana dakwah dan siar Islam, juga merupakan manifestasi dalam rangka menjaga dan melestarikan suasana masyarakat yang agamis di wilayah Kabupaten Malang.

“Dalam kehidupan berorganisasi dan berkomunikasi, harus mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, di mana satu sama lain harus saling mendukung. Sebab, Allah SWT akan melindungi manusia itu, selama manusia itu melindungi manusia lainnya,” katanya.

“Siapa yang berbuat baik, akan diterima kepada dirinya sendiri. Sedangkan siapa yang berbuat jelek dan menjelekkan orang lain, maka akan berbalik balasan ke manusia itu sendiri. Setiap perbuatan kita akan dinilai oleh Allah SWT atas niatnya. Mari kegotong-royong dan kebersamaan ini tetap dijaga dan dilanjutkan. Kelak apa yang menjadi permasalahan akan mampu diselesaikan secara gotong royong dan bersama-sama,” tambah HM Sanusi.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Wakil Bupati Malang ini mengingatkan soal berita hoaks (bohong) di media sosial. Pasalnya, akhir-akhir ini, masyarakat banyak dipengaruhi berita hoax di medsos yang selalu diputarbalikkan melalui konten-konten negatif. Karena itu dia meminta seluruh masyarakat agar jangan terlalu gampang percaya pada konten-konten itu.

”Siapa yang menyiarkan? Cek kebenarannnya. Memang ada provokator yang selalu mengshare dan mengolah berita-berita yang tidak produktif, dan banyak yang provokatif. Dalam bersosialisasi harus selalu menggunakan dasar akhlakul kharimah. Ke depan, jika menemukan isu-isu, jangan mudah diterima, karena hasilnya tak  produktif,  justru  provokatif yang bisa memecah belah opini masyarakat,” jelasnya. (iko/mat)