Polisi Pemulung Itu Sekarang Jadi Guru Karakter

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Nama Bripka Seladi, purnawirawan Polri Kota Malang, Jawa Timur, yang juga berprofesi sebagai pemulung, masih tetap menjadi magnet. Bahkan, setelah pensiun jadi Polisi, dia lebih aktif memulung, hingga membuat 30 siswa SMA dari Yogjakarta, ingin ngangsu kaweruh (belajar kehidupan) kepadanya.

 

Purnawirawan Bripka Seladi, (pake training biru) bersama para siswa SMA, yang ‘dititipkan’ untuk belajar pembentukan karakter padanya, tetap ceria di tengah tumpukan sampah.

 

PARA SISWA dari berbagai jurusan itu, belajar banyak hal di tempat pemilahan sampah, tempat purnawirawan Polisi ini beraktivitas. Kedatangan para siswa, diawali dengan hadirnya guru sekolah siswa tersebut ke rumah Seladi, untuk memberikan pelajaran di luar sekolah kepada para muridnya.

“Saya tidak mengenal guru itu (guru para siswa di sekolah di Jogja). Dia pun mengakui, mengenal saya dari berbagai berita di internet dan saat saya tampil di berbagai televisi. Kemudian mencari alamat saya, dan datang ke rumah menjelaskan maksudnya,” terang Bipka (purn) Seladi, ditemui di tempat pemilahan sampah, di kawasan Lowokdoro, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (06/01/2020).

Ia menceritakan, guru di sekolah tersebut bermaksud menitipkan para siswanya untuk belajar tentang kehidupan rakyat kecil. Suka duka memanfaatkan barang sisa (sampah) sehingga menjadi bernilai uang. Selain itu, tentu belajar berkarakter sebagaimana tokoh Bripka Seladi, sosok yang telah menjadi ikon kesederhaan dan kejujuran di Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Tentang aktivitas di sini (tempat pemilahan sampah), menjadi kewenangan saya. Itu sudah disampaikan pak gurunya, bahwa untuk teknis bekerja dan mengatur iramanya, saya yang menentukan. Saya arahkan, bagaimana bekerja dengan baik, jujur,  dan memulai dari hal yang kecil. Karena, pekerjaan itu tidak bisa instant,” lanjut Seladi yang pernah mendapatkan penghargaan dari Kapolri ini.

Seladi merinci, dari 30 siswa tersebut, dibagi menjadi 3 kelompok pekerjaan. Dari kelompok itu, nantinya diroling, sehingga mengetahui jenis pekerjaan. Mengingat, para siswa dari Jogja itu akan menjadi muridnya dalam durasi waktu sekitar 5 hari.

“Semoga kalau nantinya jika sudah menjadi pejabat, jadi ‘orang besar’, terhindar dari aktivitas yang dilarang, seperti korupsi. Selain itu, tidak melupakan orang kecil, dan bisa merasakan menjadi masyarakat kecil. Karena pernah mengalami di sini. Tahu bagaimana masyarakat bawah dalam mencari nafkah,” harap Seladi, peraih penghargaan dari Pemkot Malang bidang kepedulian lingkungan hidup ini.

Selama tinggal di bersama Purnawirawan Bripka Seladi, para siswa tersebut, akan mendapatkan banyak pengalaman. Inspirasi dan arahan tentang menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan dan kejujuran serta terus menumbuhkan semangat dan peduli dengan lingkungan.

Salah satu siswa menyatakan, jika sosok Purnawirawan Bripka Seladi, adalah tipe orang dan pekerja keras. “Kami lebih ke arah belajar pembentukan katakter. Kalau aktivitasnya, ya sama. Memilah sampah, mana yang laku,  mana yang enggak,  dan beberapa pekerjaan lainya. Karena kami dibagi kelompok, dan bergantian. Jadi semua merasakan beragam pekerjaan,” jelas salah satu siswa.

Seladi mengaku  telah melaksanakan aktivitas pembersihan sampah, sejak masih aktif menjadi anggota Polisi di Polresta Malang Kota. Kini, bersama 6 orang pekerja, setiap hari dia mengambil sampah dari kawasan Stasiun Kota Malang, dipilah di Lowokdoro, selanjutnya dibuang ke TPA Supit Urang. (ide/mat)