Plt. Bupati Malang Hadiri Gema Desa di Bululawang

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Menyambung giat gema desa di Kecamatan Pagelaran, Plt Bupati Malang kembali roadshow Gema Desa di Kecamatan Bululawang. Plt. Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM bersama istri, Hj. Anis Zaida yang sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Malang memimpin pelaksanaan Gerakan Membangun Desa (Gema Desa) tahun 2019 di Kecamatan Bululawang, Kamis (18/7/2019).

Plt Bupati Malang dan rombongan kembali roadshow gema desa di Kecamatan Bululawang.

SANUSI melakukan kunjungan ke sejumlah titik lokasi dan produk unggulan potensial dari kecamatan setempat yang tersebar di lima desa. Sebelum bergerak melakukan kunjungan, Bupati bersama rombongan disambut jajaran Muspika Kecamatan Bululawang serta para lurah dan kepala desa se Kecamatan Bululawang di SMP Negeri 1 Bululawang.

Setelah ramah tamah, beliau mengawali kunjungan ke lokasi Rest Area JLB Bululawang, yang terletak di Desa Bululawang, yang sudah dihadiri ratusan warga. Di tempat ini berlangsung Gelar Produk Unggulan UMKM se Kecamatan Bululawang, Gebyar PAUD (Lomba Ketangkasan Anak dan Ibu), Pasar murah 500 paket sembako, promosi gizi berupa 250 paket telur dan susu bagi anak PAUD, dan gelaran Kontes Ikan Koi.

Gema Desa digelar dalam rangka percepatan pembangunan dan pelayanan secara langsung masyarakat oleh Pemkab Malang. Tiga prioritas pembangunan Pemkab Malang yakni mengurangi angka kemiskinan, optimalisasi pariwisata, dan pelestarian lingkungan hidup.

“Apa kabarnya masyarakat Kecamatan Bululawang? Semoga dalam keadaan baik, sehat dan bahagia. Serta anak cucu bapak ibu semuanya kelak menjadi generasi penerus bangsa dan menjadi pemimpin negeri,” sapa Sanusi ke warga.

Bupati melanjutkan kunjungan ke Desa Lumbangsari antara lain meninjau peternakan sapi dan pemanfaatan biogas yang dikelola sang pemilik, Sauri. Dilanjutkan meninjau pelayanan administrasi kependudukan (Jebol Anduk) di Kantor Desa Lumbangsari, konsultasi pelayanan perizinan, pelayanan Pembayaran PBB, peninjauan KRPL dan pemberian bantuan tong sampah.

”Pemkab Malang bertekad memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Malang. Utamanya, untuk peningkatan kualitas di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Harapannya, generasi muda pandai, badan sehat, dan diikuti rejekinya lancar,” terang Bupati.

Di desa kedua ini, Pak Sanusi yang juga disambut hangat warga turut memberikan bantuan sosial sembako sebanyak 50 paket. Dilanjutkan memberikan arahan pada sosialidasi pengelolaan makanan dan sehat bagi masyarakat, menyerahkan bantuan sembako sebanyak 100 paker dari Baznas, dan kunjungan ke peternakan kambing milik warga, Agus.

Tak ketinggalan, Bupati juga mengunjungi ke tempat wisata religi Maqom Mbah Bregas, yang dikenal sebagai penyebar agama Islam dan tokoh masyarakat setempat. Setelahnya, beliau melanjutkan kunjungan ke Desa Sukonolo diawali hadiri pertemuan kader dan tim medis, giat posyandu balita, remaja, lansia, dan posyandu jiwa.

Plt Bupati juga meninjau kegiatan pelayanan kesehatan dan KB, serta Launching Desa ODF dan Dialog Nakes. Berikutnya, Bupati giliran berkunjung ke Desa Krebet diawali dengan sholat Dhuhur di Masjid Jami Baitul Izza dan makan siang serta dilanjutkan temu wicara dengan pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan di SMK Wali Songo.

Seusai ishoma, Pak Sanusi melanjutkan kunjungan ke program bedah rumah yang diterima Rusno warga Dusun Krapyak Jaya. Kemudian, lanjut kunjungan ke Desa Pringu untuk meemberikan bantuan 5 ribu ekor bibit lele kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Sido Sejahtera, bantuan air bersih (tandon) di Mushola Al Khomsin.

Kunjungan di desa ini ditutup dengan kegiatan panen perdana pembenihan jagung jenis ‘Bisa’. Serta, pemberian bantuan bibit buah-buahan, bibit padi varietas ciherang dan hand prayer.

Dikatakannya, masyarakat tidak boleh diam saja dan harus berinovasi. Misal, para petani harus pintar memilih komoditas apa yang lebih menguntungkan. Warga diajak melakukan kalkulasi. Tanam padi untungya berapa dan Tanam jagung berapa.

Hal ini karena Pemkab Malang saat ini mengembangkan pertanian beras kualitas premium dengan lahan per satu hektarnya hasilkan senilai Rp 108 juta, sementara tanam jagung kotor hasilnya Rp 30 juta.

“Jika mau, bersama ujicoba disini seluas 1 hektar, bibit dan pupuk gratis dari pemerintah, petani tidak perlu beli. Hasil panennya untuk petani agar ada peningkatan pendapatan,” ucap Bupati. (hadi)