Peringati Mayday, Buruh Tuntut Kesejahteraan

Para pengunjukrasa berorasi di depan Balaikota Malang, saat peringatan Hari Buruh.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ratusan buruh dan mahasiswa berunjukrasa di depan Balaikota Malang, Rabu (01/05/2019). Sebelumnya, masa berkumpul di berbagai titik dan berorasi di pusat Kota. Mereka memperingati hari buruh (Mayday) dan menyampaikan tuntutan.

 

 

PARA DEMONSTRAN menyuarakan tentang keadilan  yang selama ini belum mereka rasakan. Terkait upah yang masih dibawah Upah Minimun Regional (UMR). Penghapusan Undang-Undang (UU) outsourcing, serta penghapusan UU nomor 13 tentang ketenagakerjaan.

Korlap aksi, Agung Feri Widiatmoko mengatakan aksi ini hampir sama dengan aksi di tahun sebelumnya.

“Banyak pelanggaran hak buruh yang terjadi. Seperti tidak memberikan santunan pada karyawan yang sakit, tidak membayarkan hak cuti dan membayar gaji dibawah standart,” tuturnya di sela – sela aksi.

Di sisi lain, para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Malang Bersatu, mendukung kaum buruh. Mereka mengaku, aksi ini merupakan hari raya bagi kaum buruh. Dan mahasiswa bertindak sebagai kontrol sosial para buruh.

“Kami menolak penindasan kepada kaum buruh. Kaum buruh juga butuh keadilan,” terang Rizal, perwakilan mahasiwa.

Menurutnya, perusahaan tidak bisa melakukan hal semena-mena terhadap buruh. Tanpa buruh, perusahaan tidak akan bisa mengembangkan usahanya.

“Hubungan perusahaan dan buruh ini seperti simbiosis mutualisme. Itu harus dijaga. Hak-hak buruh juga harus dipenuhi,” tegasnya.

Pendemo berharap, pemerintah setempat, khususnya DPRD Kota Malang, memperjuangan aspirasi yang disampaikan kalangan buruh.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, Bambang Heri Susanto mengungkapkan, akan menindak lanjuti tuntutan para buruh, dan segera melakukan langkah.

“Akan kami undang pihak terkait baik Dinsnaker dan lainnya. Untuk duduk bersama membahas dan memperjuangan tuntutan buruh. Hasilnya,  akan kami sampaikan ke Provinsi,” tuturnya.

Sehingga lanjutnya, DPRD provinsi akan menindak lanjutinya ke pusat. Ia mengaku, akan tetap mengawal, agar sampai pada pihak terkait. (ide)