Peringatan BBGRM dan HKG-PKK, Bangkitkan Semangat Gotong Royong

Bangsa Indonesia punya satu warisan leluhur yang punya nilai sangat tinggi. Warisan itu berlangsung turun- temurun hingga sekarang. Namanya : gotong royong. Semangat gotong royong inilah yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di belahan dunia manapun.

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna menjelaskan, secara sosio-kultural, dalam kehidupan masyarakat, semangat kegotong royongan dan keswadayaan yang berbasis pada nilai-nilai sosial budaya lokal telah mengakar dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, yang sering dikenal melalui semboyan “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.
“Budaya gotong royong memang masih membu-daya di masyarakat, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini ada kecenderungan menu-runnya integrasi sosial, sehi-ngga perlu penguatan integrasi sosial untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” kata bupati.
Selain itu, praktek kegotong royongan dan keswadayaan masya-rakat sebagai nilai-nilai budaya yang sudah melembaga di Indonesia, sudah mulai luntur.
“Untuk menjaga dan melestarikan semangat kegotong royongan tersebut, pemerintah menandainya dengan momentum Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang pelaksanaannya digabung dengan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK),” terang bupati.
Rendra Kresna menambahkan, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK merupakan salah satu momen kegiatan yang diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat.
“Gotong royong adalah budaya kita yang dilaku-kan dalam setiap kegiatan yang relatif berat di masya-rakat. Dengan event tahunan yang dilaksanakan selama 1 bulan penuh setiap tahunnya, tepatnya pada bulan Mei sebagaimana telah diatur menurut Permendagri Nomor 42 Tahun 2005, maka diharapkan dalam mo-ment ini agar masyarakat tetap mempertahankan juga meningkatkan budaya dan tradisi ini,” jelas Rendra Kresna.
Sedangkan Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan 10 Program Pokok bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam mencapai kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Malang, Jawa Timur, Eko Suwanto menjelaskan, BBGRM XIII dan HKG-PKK ke- 44 di Tajinan, Kabupaten Malang 2016 bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan dalam penguatan integritas sosial melalui kegiatan-kegiatan gotong royong.
”Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mencapai masyarakat Kabupaten Malang yang adil dan makmur, menuju keluarga sehat sejahtera, sebagaimana Visi Misi Pemerintah Kabupaten Malang MADEP, MANTEB, MANETEP,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Eko Suwanto, kemarin (15/6) siang di kantornya.
Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat desa/kelu-rahan di Kabupaten Malang dalam meningkatkan persa-tuan dan kesatuan serta peran aktif masyarakat dan pe-merintah dalam pelaksanaan pembangunan serta me-ningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab ter-hadap hasil-hasil pembangunan di Kabupaten Malang.*