Pemprov Jatim Minta Lahan 50 Ha, Untuk Membangun Pelabuhan di Tuban

Rosneft dan Pertamina Sepakat Bangun Kilang Minyak di Tuban. (ist)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta alokasi lahan seluas 50 hektare di seputar lokasi kilang minyak Tuban yang dibangun oleh investor Rusia Rosneft.

Menurut situs Bisnis.com, Selasa (19/7/2016), Gu-bernur Jawa Timur Soe-karwo mengatakan pembangunan pela-buhan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi sektor industri yang sudah ada di sekitar Tuban. “Kita butuh tanah untuk membangun pelabuhan guna mengefisiensikan Tuban sebagai daerah industri,” kata Soekarwo saat ditemui wartawan di Kom-pleks Istana Negara, Senin (18/7/2016) lalu.
Menurut Soekarwo, sebelumnya pihak Pemprov Jawa Timur telah mempe-roleh alokasi lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tapi karena ada kerja sama antara PT Per-tamina (Persero) dengan Rosneft untuk membangun kilang minyak, kemen-terian mengalokasikan 340 hektare ta-nah milik Perhutani tersebut pada mereka.
Di tempat terpisah, Menteri Ling-kungan Hidup dan Kehutanan Siti Nur-baya setuju bahwa keberadaan pela-buhan di Tuban akan berdampak positif, tapi ia meminta agar Pemprov Jatim ber-komunikasi langsung dengan Pertamina terkait masalah lahan tersebut.
Sementara terkait izin lahan untuk kilang minyak Tuban, Siti menjelaskan bahwa semua sudah selesai tanpa hambatan sedikit pun.
Rosneft dan Pertamina akan menggunakan lahan milik Perhutani untuk proyek pembangunan kilang minyak Tuban yang berada di pinggir Pantai Utara, wilayah Wadug dan Mentoso, Kabupaten Tuban.
Rosneft menyebutkan, kapasitas produksi minyak mentah utama kilang minyak Tuban dapat mencapai 15 juta ton per tahun. Proyek tersebut termasuk pembangunan unit pemecah bahan bakar katalis besar dan kompleks Petrokimia. Diperkirakan, kompleks ini mampu mene-rima kapal tanker dengan kapasitas hingga 300 ribu ton. Berdasarkan jadwal, pemba-ngunan tersebut akan selesai pada 2021.
Sementara itu, kedatangan Perdana Menteri Selandia Baru, John Key ke Jawa Timur disambut baik Gubernur Jatim Soe-karwo. Dalam pertemuan dengan PM John Key, pria yang akrab disapaPakde Karwo menawarkan potensi energi geotermal yang ada di beberapa pegunungan di Jatim.
“Dia akan investasi geothermal, karena itu yang paling penting,” kata Soekarwo kepada wartawan usai menerima kunjungan PM Selandia Baru di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (19/7/2016).
Gubernur Jatim menerangkan, ada potensi geothermal di beberapa pegunungan di Jawa Timur. Potensinya mencapai 3.200 MW yang bisa dihasilkan dari geo-thermal.* (Bisnis.com/berbagai sumber)