Pembunuhan Juari, Diduga Kades Tumpukrenteng Terlibat

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Juari (41) warga Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang mulai terungkap dengan ditangkapnya 19 tersangka, dimana salah satunya adalah Kepala Desa Tumpukrenteng, Helmiawan Khodidi, Sabtu (1/12/2018).

 

 

Belasan pelaku yang diduga terlibat kasus pembunuhan Juari saat digelandang polisi ke Polres Malang. (ist)

SAAT DIKONFIRMASI awak media, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, membenarkan penangkapan tersebut. Namun Ujung enggan merinci jumlah pelaku yang diamankan, termasuk motifnya.

“Masih dalam pemeriksaan. Biar jelas dulu peran masing-masing pelaku,” tegas Ujung. Secara terpisah Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, mengatakan bahwa pelaku masih dalam pemeriksaan. “Nanti dulu, kalau sudah selesai pemeriksaan dan peran masing-masing pelaku jelas, akan kami rilis,” tandasnya.

Dari sumber yang ada di kepolisian, penangkapan 19 tersangka kasus penganiayaan sadis yang mengakibatkan tewasnya Juari dilakukan pada Sabtu, pukul 23.00. “Proses penangkapan dilakukan dirumah masing-masing tersangka, termasuk Kades Tumpukrenteng,” ujar petugas yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut sumber tadi, Juari yang baru 40 hari keluar dari lembaga pemasyarakatan karena kasus curanmor, dikenal sebagai preman kampung yang sering bikin onar. Selepas dari bui, kelakuan Juari semakin meresahkan masyarakat desa, bahkan isteri Kades Tumpukrenteng, tak luput menjadi korban pemerasan Juari.

Gerah karena kelakuan Juari, warga pun sepakat untuk menghabisinya. “Akhirnya Juari dibuat mabuk, karena setiap mabuk, korban selalu membuat ulah,” jelasnya.

Tak ayal Juari akhirnya harus merenggang nyawa akibat dikeroyok massa pada Minggu (25/11/2018). “Dari hasil autopsi diketahui korban menderita luka dibagian kepala, dada dan perut,”pungkas sumber yang enggan disebutkan identitasnya. (diy)