Peduli Nasib Pelaku Wisata, Sanusi Berharap Wisata TNBTS Segera Dibuka

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Bupati Malang, HM Sanusi berharap Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) segera membuka kembali kunjungan wisata alam di TNBTS. Sebab, banyak pelaku wisata di Kecamatan Tumpang dan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang ikut terdampak penutupan tempat wisata tersebut, menyusul mewabahnya Corona Virus Disesae 2019 (COVID-19).

 

Bupati Malang, HM Sanusi menghadiri pertemuan dengan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ir. John Kenedi, MM di Aula Hotel Lava View, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Kamis (16/07/2020) malam.

 

HARAPAN tersebut ia sampaikan langsung  kepada Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ir. John Kenedi, MM di Aula Hotel Lava View, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Kamis (16/07/2020) malam.

Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muawward memberikan sambutan saat menghadiri pertemuan dengan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ir. John Kenedi, MM di Aula Hotel Lava View, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Kamis (16/07/2020) malam.

‘’Selain travel agent atau pelaksana pariwisata, khususnya yang melalui jalur Kabupaten Malang, juga terdapat paguyuban kendaraan jeep sebanyak 400 unit. Ada juga yang membuka usaha di sepanjang jalan itu,  mulai dari Tumpang hingga Poncokusumo. Selama tidak ada kegiatan kunjungan ke Bromo, mereka  ikut berhenti. Kalau bisa,  cepat dibuka kembali, karena banyak paguyuban yang terlibat dalam kegiatan pariwisata ini,” jelas bupati.

Bupati Malang, HM Sanusi.

Meski demikian, di masa pandemi COVID-19 ini, Sanusi juga berharap tidak ada cluster baru persebaran wabah COVID. Hasil pengamatannya, sebagian besar pengunjung yang datang ke kawasan TNBTS itu mayoritas adalah pengunjung dari luar daerah, sehingga deteksinya dilakukan di daerahnya masing-masing. Namun demikian, di daerah Kabupaten Malang yang kelewatan, mulai dari Kecamatan Tumpang dan Poncokusumo, pemeriksaan terhadap wisatawan TNBTS harus lebih ketat.

Karena tiket kunjungan ke TNBTS direncanakan sistem online, bupati menyarankan agar disamakan dengan pembelian tiket pesawat.  Artinya, calon pembeli tiket minimal harus punya surat keterangan sehat dari daerahnya masing-masing.  “Kalau memang diperlukan, rapid test  jangan dilakukan di pintu gerbang, karena pelaksanaannya sulit. Pintu masuk di Jemplang dan Coban Tri Sula tetap harus melakukan protokol kesehatan untuk menjaga agar tidak jadi cluster baru,” tandasnya. (iko/mat)