Mengolah Sampah Menjadi CH4

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.
Romdhoni.

TEMPAT Pembuangan Akhir (TPA) Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur tidak hanya sebagai tempat penampung buangan sampah di bagian hilir saja. Di sini, sampah tidak hanya ditimbun, tapi dimanfaatkan menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat. Timbunan sampah yang merupakan hasil dari kumpulan dari 19 kecamatan di Kabupaten Malang ini mempunyai banyak output yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah gas methane (CH4).

 

GAS METHANE merupakan salah satu gas yang sangat berbahaya dan berisiko tinggi. Gas rumah kaca non-CO2 yang relatif kuat untuk bertanggung jawab pada pemanasan global. Daya rusaknya mencapai 21 kali lipat dibanding gas buang kendaraan motor atau 1 ton gas methane setara dengan 21 ton gas carbondioksida (CO2).

Metana dibuat secara alami dalam proses metanogenesis oleh berbagai macam mikroorganisme pada sampah. Meskipun gas ini berpotensi untuk pemanasan global, tetapi ia juga memiliki nilai sebagai sumber energi, oleh karena itu potensi inilah yang dikelola di TPA Talangagung yang hasilnya telah dapat kita lihat bersama.

Pengendalian dan pemanfaatan dari gas methane yang dihasilkan TPA Talangagung tak hanya berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan, namun dapat menjadi bahan alternatif pengganti bahan bakar yang telah banyak dinikmati oleh masyarakat sekitar TPA Talangangung.

Hasil inovasi pemanfaatan gas methane di TPA Talangagung di antaranya, dari 150 m2 sampah TPA Talangagung menghasilkan energi alternatif setara 70 m2 (47%); Data IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change : 2006), gas methane menghasilkan CO2 sekitar 21 m2, maka TPA Talangagung menyerap 104.559 m2 CO2 dan telah menjadi 2.340 kg energi alternatif; Gas yang telah dikonsumsi masyarakat 2.340 kg (dari 4.979 m3 gas methane); Asumsi konsumsi gas elpiji rata-rata sebulan 3 tabung gas ukuran 3 kg dengan CO2 dan harga Rp. 25.000,- maka pengolahan gas methane dapat memberi-kan subsidi ke masyarakat Rp. 19.500.000,-

Jika melihat manfaat yang akan didapat dari pengelolaan sampah secara terpadu, sekaligus akan membuat lingkungan lebih bersih, lestari dan terjaga keseimbangannya. Diharapkan agar upaya pengelolaan sampah tersebut juga dapat dikembangkan dan disebarluaskan ke daerah-daerah lain se-Indonesia.

Yang telah dilakukan di TPA Talangagung, dimana pemanfaatan hasil pengolahan gas methane sebagai energi alternatif dari TPA terbanyak untuk disalurkan ke 260 rumah tangga, yang diharapkan juga dapat memecahkan rekor MURI, hanyalah satu volume kecil saja.

Namun bayangkan jika seluruh wilayah Indonesia dapat turut melaksanakannya, dampak yang dihasilkan akan sangat besar, baik dari segi lingkungan hidup, ekonomi hingga ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil dapat dikurangi.* (* Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang, pernah menjabat Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang)