TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Aldi Bintang Hanafiah

Mahasiswa UMM Sabet Juara Kompetisi Menulis Opini

Aldi Bintang Hanafiah

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Aldi Bintang Hanafiah, mahasiswa Prodi Ekonomi Syari’ah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, berhasil meraih juara 2 Komptisi Penulisan Opini  (University Opinion Writing Competition)  tingkat nasional  yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasisiwa (BEM) UMM secara daring, Mei 2021 lalu.

 

PADA kompetisi ini, juara satu dan tiga diraih mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya dan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pada gelaran ini, Aldi mengikutsertakan karangannya yang berjudul “Pendidikan Era Pandemi: Melangkah di Tengah Krisis”. Tulisannya membahas tentang gambaran pendidikan Indonesia dan dunia yang umumnya berdampak pada anak-anak.

Dilansir dari UNESCO, terdapat 1,5 miliar anak-anak yang harus mengikuti pendidikan secara daring. Sedangkan di Indonesia,  ada sekitar 60 juta anak yang terdampak. Ia juga memberikan kritik atas kurangnya pemerataan fasilitas pendidikan di nusantara.

Aldi menuturkan, pendidikan daring menghasilkan lulusan yang berbeda dengan pendidikan luring sebelum pandemi. “Maka perlu adanya evaluasi efektivitas pembelajaran daring,” katanya seraya mengajak masyarakat serta pemerintah memenuhi kebutuhan akses media dan jaringan yang dibutuhkan untuk memperoleh pendidikan, Kamis (03/06/2021).

Dalam opininya, mahasiswa kelahiran Lampung ini memberikan tiga solusi. Pertama, pembangunan akses media yang merata,  mengingat situasi pandemi masih belum ada jalan terang. Kedua, peran guru harus memiliki kompetensi literasi,  khususnya dalam dunia digital. Ketiga, lembaga pendidikan  dituntut  membuat kurikulum yang interaktif dan inovatif serta dapat menumbuhkembangkan peserta didik. “Tiga solusi tersebut saya tawarkan agar pendidikan Indonesia tidak berhenti pada kebijakan pendidikan online saja,” ujarnya.

Dia mengaku sempat mengalami hambatan terkait dengan data pendukung, menentukan sudut pandang yang menarik, hingga menyempatkan waktu menulis. Meski mendapat  kendala, namun ia sanggup menyelesaikan opini ini dalam waktu satu minggu.

Terakhir, Aldi berharap setelah menjuarai lomba opini ini, ia bisa lebih meningkatkan skill menulis dan analisis. Menurutnya, secara umum opini ini bisa memberikan alternatif bagi lembaga pendidikan Indonesia. “Semoga teman-teman lain bisa termotivasi dan akhirnya memberikan karya serta kontribusi. Saya tentu ingin terus memberikan yang terbaik agar bisa mengharumkan nama baik UMM ke depannya,” harapnya. (div/mat)