Mahasiswa KKN UMM, Sosialisasi Penggunaan Medsos Sebagai Alat Pemasaran

Mengangkat Produk Unggulan Desa Banjarsari

 

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Singkong merupakan macam ubi-ubian yang banyak mengandung gizi di dalamnya. Selain itu singkong juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan (kering atau basah).

 

Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan strategi pemasaran produk di media sosial.

 

DESA BANJARSARI Kecamatan Ngajum, mayoritas adalah petani. Selain padi yang melimpah, keberadaan singkong di desa Banjarsari Kecamatan Ngajum pun sangat banyak, artinya singkong juga merupakan potensi yang dimanfaatkan warga untuk dijadikan berbagai macam olahan di desa Banjarsari Kecamatan Ngajum ini. Berbagai macam makanan yang berbahan dasar singkong pun sudah menjadi hidangan setiap harinya di desa Banjarsari ini. Akan tetapi yang paling menonjol dari desa Banjarsari ini adalah berbagai macam olahan yang berbahan dasar tape.

Peserta sosialisasi yang diikuti oleh ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan para pelaku usaha.

Hampir setiap rumah di desa Banjarsari Kecamatan Ngajum ini memproduksi tape, dan ada beberapa home industri tape yang menghasilkan kurang lebih 1 kwintal perharinya yang di jual ke Kota Malang dengan harga yang relatif murah. Maka KKN 94 Desa Banjarsari, devisi Pendidikan & agama dan Ekonomi KWU berkolaborasi untuk mengangkat potensi tape di desa ini melalui agenda bertema “Pendidikan dan Pelatihan Penggunaan Media Sosial Sebagai Alat Pemasaran Dalam Upaya Penunjang Ekonomi Masyarakat.”

Tujuan diadakannya Sosialisasi pendidikan dan Pelatihan ini, guna mengangkat produk dari desa Banjarsari dan juga menunjang kualitas serta harga yang lebih tinggi, dengan berbagai inovasi produk tape. Sosialisasi yang diagendakan devisi pendidikan dan agama ini, mengundang salah satu dosen FPP UMM. Pemaparan dimulai dari pengenalan produk tape kemudian strategi dan taktik dalam pemasaran seperti kemasan yang menarik, label produk dan lain sebagainya.

Selanjutnya dikenalkan dengan berbagai macam media sosial sebagai alat pemasarannya. Setelah beberapa rentetan strategi yang dipaparkan pemateri, devisi Ekonomi KWU mengambil alih forum dan dilanjutkan praktik penggunaan media sosial. Strategi yang digunakan oleh devisi Ekonomi KWU ialah pengelompokan dan memasifkan dalam memasarkan produk di media sosial (facebook). Tidak hanya itu, devisi Ekonomi KWU juga mempunyai rencana tindak lanjut yang di mana pemberian label atau logo produk dan juga membantu warga dalam pendampingan pemasarannya.

Agenda ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2019 bertempat di balai desa Banjarsari dan di hadiri hampir 50 warga dari masyarakat desa Banjarsari, meliputi ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pengusaha. Beberapa pendapat dari peserta sosialisasi dan pelatihan ini, Ibu Solikha yang merupakan Ketua dari Kelompok Wanita Tani, mengganggap bahwa sosialisasi dan pelatihan sudah biasa di desa ini, akan tetapi yang menjadi beda adalah secara langsung masyarakat diajarkan dalam pemanfaatan penggunaan media sosial (facebook). Dalam sambutan Bapak Siono (sekdes) sebagai yang mewakili kehadiran kepala desa Banjarsari, mengharapkan bahwa, setelah masyarakat dikenalkan dengan berbagai macam media sosial sebagai alat dan strategi pemasaran maka masyarakat diharap akan lebih mandiri dan kreatif dalam memasarkan produknya, sehingga akan meningkatkan ekonomi keluarga.