Kepala Dealer Honda Gelapkan Puluhan Motor

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kepala Cabang Dealer Honda PT. Nusantara Surya Sakti (NSS) di kawasan Jl. Sukarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Andre Puguh (33), warga Dusun Tunjungsari, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, diamankan Satuan Reskrim Polresta Malang di Sahid Hotel Montana, Kota Malang, Jumat (19/11/2020).

 

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata merilis tersangka penggelapan sepeda motor.

 

IA DIAMANKAN atas dugaan pencurian dan atau penggelapan dalam jabatan berupa puluhan unit motor baru. Hal itu diduga dilakukan di tempat ia bekerja, tanpa sepengetahuan perusahaan.

Belasan sepeda motor Honda diamankan di Polresta Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan, dalam aksinya, tersangka sempat membobol/merusak almari tempat penyimpanan kunci motor.

“Tersangka ini menjual sejumlah unit motor baru, tanpa sepengetahuan perusahaan. Bahkan, sempat merusak almari tempat penyimpanan kunci motor, sehingga bisa mengeluarkan 9 unit motor. Itu dilakukan malam hari,  sekitar pukul 20.00 WIB,” terang Kapolresta Malang Kota, Leonardus Simarnata, saat ungkap kasus di Mapolresta Malang Kota, Selasa (02/12/2020).

Leo menambahkan, sebelumnya tersangka sudah melakukan hal serupa dengan mengeluarkan 2 unit sepeda motor dari dealer. Kemudian dijual tanpa sepengetahuan perusahaan. Kemudian dikirim ke PT. Putera Permata Yapsis dengan harga off the road. Selain itu, ia juga menjiual 2 unit motor ke seseorang yang  hingga masih DPO.

“Total barang bukti yang diamankan sejumlah 13 unit motor Honda dari berbagai type. Ia menjualnya dengan harga yang bervariasi. Atas peristiwa ini, Dealer Honda PT NSS menderita kerugian materiil Rp. 213.593.243,” lanjut Kapolresta.

Sementara itu, tersangka mengakui aksi tersebut dilakukan karena untuk menutup denda perusahaan yang dibebankan kepadanya. “Saya terkena sanksi denda Rp 5 juta per unit, karena menjual motor of the road sejak 2018. Jumlahnya mencapai Rp. 800 juta,” terang tersangka.

Atas perbuatannya, ia terancam Pasal 362 dan 374 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Kini tersangka harus meringkuk di sel tahanan Mapolresta Malang Kota. Sementara sejumlah barang bukti diamankan petugas. (aji/mat)