Kecelakaan Lalulintas Turun 55 Persen

Petugas lalulintas Polres Malang Kota menertibkan kendaraan bermotor yang terjaring Operasi Patuh di depan Terminal Landungsari, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kasus kecelakaan lalulintas (Laka Lantas) di wilayah hukum Polres Malang Kota, Jawa Timur, munurun hingga 55 persen. Karena itu, Polisi terus melakukan operasi patuh untuk  keselamatan dan ketertiban para pengguna jalan, seperti yang digelar di depan terminal Landungsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (11/09/2019) siang, melalui operasi gabungan.

 

KANIT Turjawali Polres Malang Kota, Iptu M.Syaikhu yang turun langsung di lokasi operasi menjelaskan,  kecalakaan lalu lintas sudah menurun, karena semakin tingginya kesadaran masyarakat memenuhi kelengkapan dalam berkenderaan.

Petugas lalulintas Polres Malang Kota menggelar Operasi Patuh di depan Terminal Landungsari, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

“Kali ini kami lakukan operasi patuh untuk keselamatan dan ketertiban lalu lintas angkutan jalan. Dilakukan secara gabungan TNI, Dinas Perhubungan, Reskrim, Lantas Polres Malang Kota dan Polsek Lowokwaru. Operasi dilakukan 2 kali dalam satu bulan sehingga angka kecelakaan lalu lintas menurun hingga 55 persen. Kesadaran masyarakat juga semakin tumbuh,” tuturnya di sela – sela pelaksanaan operasi, Rabu (11/09/2019).

Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Kota, Iptu Syaikhu memberikan keterangan.

Iptu Syaiku menambahkan, sasaran operasi masih tetap 8 point pelanggaran penyebab kecelakaan lalu lintas. Delapan pelanggaran itu mulai pengendara roda dua (R2) yang tidak memakai helm, pengendaran roda empat (R4) tidak memakai safety belt (sabuk pengaman), motor yang melebihi kecepatan dalam berkendaran, pengemudi kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, pengendara bermotor di bawah umur, pengendara bermotor memainkan ponsel selama berkendara, pengendara bermotor melanggar rambu lalu lintas dan berkendaraan menggunakan strobo.

“Untuk hasil operasi hari ini, ada sekitar 400 lebih yang diperiksa. Dari jumlah itu, sekitar 170 pelanggar yang didominasi tidak ada kelengkapan SIM dan STNK. Untuk barang bukti kendaraan 3 unit motor yang tidak dilengakapi STNK,” lanjut Syaikhu. (ide)