Cegah Penyebaran COVID-19 di Pasar, Kadin Luncurkan E Pasar

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pasar berpotensi menjad salah satu kluster penyebaran virus Corona, karena menjadi titik kumpul masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Untuk mencegahnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Malang, Jawa Timur, meluncurkan aplikasi E-pasar.

 

 

Ketua Kadin Kota Malang, Eddy Wahyono dan Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Distribusi Kadin Kota Malang Diky Sulaiman.

APLIKASI ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat di saat pandemi Virus Corona. “Ini menjawab kondisi saat pandemi dan sesuai anjuran Gugus Tugas COVID-19 untuk selalu jaga jarak dan mengurangi kerumunan Dengan berkurangnya kerumunan, berperan dalam penyebaran virus,” terang Ketua Kadin Kota Malang, Eddy Wahyono saat melaunching aplikasi E Pasar di Pasar Oro Oro Dowo, Kota Malang, kemarin.

Dengan E-Pasar, lanjut Eddy, pembeli tidak harus jauh- jauh datang ke pasar. Cukup memesan barang belanjaan melalui HP, menuju lapak langganan. Nantinya, barang akan dikirim ke alamat, dengan durasi waktu sekitar 1 jam. Ini diperuntukan radius jarak sekitar 2 kilometer.

“Dari Kadin sendiri, ini sebuah pemberdayaan. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan terobosan- terobosan yang praktis. Anggota yang ada di aplikasi, bisa saling bertransaksi,”  kata Eddy.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Distribusi Kadin Kota Malang Diky Sulaiman menerangkan, dengan pasar virtual melalui online, akan menambah jumlah pelapak pengguna pasar 5 sampai 10 kali lipat.

“Dalam 3 bulan kedepan, kami mentargetkan 10 ribu pengguna aplikasi di sekitar Pasar Oro Oro Dowo. Kami targetkan mengerjakan di 57 kelurahan  dengan jumlah pengguna 300 ribu pengguna,” terang Sulaiman.

Sulaiman menjelaskan, di Kota Malang ada 28 pasar tradisional. Dengan motode virtual, akan melipatgandakan jumlah pelapak dan penggunanya. “Saat ini sudah ada 25 pelapak yang ter upload. Jumlah ini akan terus bertambah dengan perluasan di 57 kelurahan di Kota Malang,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, transaksi per item barang ditambah Rp 100,- sudah termasuk harga barang. Sementara ongkos kirim Rp 3.000,- dengan rincian untuk operator, kurir,  dan manajemen. (ide/mat)