Bupati Malang: Utamakan Kedewasaan Berdemokrasi Dalam Pilkades

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Plt Bupati Malang, Jawa Timur, HM Sanusi  mengajak para kontestan dan pendukung dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak,. Minggu (30/06/2019) agar lebih mengedepankan kedewasaan berdemokrasi. Kalau terjadi gesekan, tidak diwujudkan dalam bentuk kekerasan maupun bentuk-bentuk kegiatan yang negatif.

 

 

Salah satu warga nyoblos di Pilkades Sukoraharjo, Kepanjen.

HAL INI disampaikan saat Sanusi membuka perhelatan politik level desa  lima tahunan tersebut di Balai Desa Sukoraharjo,  Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (30/06/2019) pagi.

Sulianto, Sekretaris Panitia Pemilihan Kepala Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen.

Tampak hadir, Abai Saleh Camat Kepanjen, perangkat desa, serta unsur Muspika Kepanjen.

“Selayaknya gesekan tersebut diarahkan dalam bentuk adu argumen positif serta komitmen untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan,  apa pun hasil dari pesta demokrasi tersebut,” katanya.

“Pilkades cukup rawan akan  terjadinya gesekan,  baik di antara para kandidat hingga para pendukungnya. Apalagi, saat ini jumlah calon kades yang sangat banyak,  harus disikapi dengan cermat dan bijaksana,” tegasnya.

Sementara itu, Sulianto,  Sekretaris Panitia Pemilihan Kepala Desa Sukoraharjo, Kecamatan  Kepanjen mengatakan, pihaknya  senang dan bersyukur dengan besarnya partisipasi warga. “Sebanyak 5.491 warga desa Sukoraharjo berpartisipasi dalam pilkades ini. Dari total DPT (daftar pemilih tetap) tersebut,  terdiri dari 2794 pemilih pria dan 2697 perempuan,” terangnya.

Plt Bupati Malang, HM Sanusi tiba di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen.

Ribuan warga tersebut berasal dari 31 RT dan 4 dusun di Desa Sukoraharjo,  Kecamatan Kepanjen. “Alhamdulillah,  partisipasi warga cukup tinggi. Sejak pagi sudah antri,  datang di TPS. Ada dua calon kepala desa, yaitu Sujanto S.Sos dan M. Syahroni,” katanya seraya menambahkan coblosan dibuka sejak pukul 09.00  hingga pukul 14.00 WIB.

Sulianto berharap agar ke depan Desa Sukoraharjo bisa lebih maju dengan mengikuti program pemerintah pusat yang notabene sudah teruji dan bermanfaat positif. Siapa pun yang terpilih,  diharapkan dapat bersikap amanah dan jujur dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Sulianto menegaskan, terkait prioritas pembangunan,  diutamakan untuk program pengentasan kemiskinan serta pembangunan infrastruktur desa yang termaktub dalam APBDes. Adapun Infrastruktur yang dimaksud meliputi drainase, pengaspalan,  dan  jalan desa.  Ini berarti,  kades terpilih tinggal menjalankan dan meneruskan program yang sudah ada lewat inovasi dan terobosan untuk percepatan hasil.

Dengan dana sebesar Rp 56 juta dari APBD, sebanyak 19 panitia pilkades dilibatkan untuk mensukseskan pilkades.

Perlu diketahui, dalam pelaksanaan pilkades serentak gelombang III tahun 2019 ini,  diikuti 269 desa di 33 kecamatan dengan jumlah calon kepala desa  sebanyak 858 orang. Rincian, laki-laki  762 orang, calon kades perempuan  96 orang.  (hadi/mat)