100 Demonstran Tuntut Australia Pulangkan Veronica

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebanyak 100 orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Penegak Hak Asasi Manusia (APP HAM) Kota Surabaya, Jumat (20/09/2019) siang menggelar aksi unjukrasa di depan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Jalan Insinyur Soekarno Merr Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.

 

Massa APP HAM Unjuk Rasa di Depan Konjen Australia.

 

DALAM aksi ini, massa mendesak Konjen Australia untuk segera mendeportasi Veronica Koman, tersangka penyebaran berita bohong (hoax) dan provokasi kasus Papua di Indonesia. Selain membawa poster dan spanduk bergambar Veronica Koman, dalam aksi ini, massa juga mengenakan topeng wajah Veronica Koman dan membawa ratusan bendera merah putih.

Tersangka Veronica Koman dituntut bertanggung jawab atas ucapan dan provokasinya yang menyebabkan kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Veronica Koman dituding melakukan suatu kebohongan publik. Massa meminta tersangka Veronica Koman untuk dihadapkan di meja persidangan hukum secara terbuka dan transparan, agar seluruh mata di dalam negeri maupun internasional melihat bahwa Indonesia memiliki kedaulatan hukum yang berperikemanusiaan, yang mengedepankan prinsip HAM secara berkeadilan.

“Veronica sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian Polda Jatim, maka kami meminta pemerintah Australia lewat Konjen Australia ini untuk segera memulangkan dengan mendeportasi Veronica Koman. Harapannya, dengan sudah dideportasi atau dipulangkan, Veronica dapat segera diadili dan dihukum sesuai hukum di Indonesia. Khawatirnya, kalau tidak segera diadili, akan muncul Veronica Vernica yang lain,” ungkap korlap aksi, Choirul Anam.

Dalam aksi yang mendapat pengamanan ketat dari kepolisian ini, massa nekat menutup separuh badan jalan hingga mengakibatkan arus lalu lintas dikawasan Jalan Insinyur Soekarno Merr Surabaya macet. Massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar di depan Konjen Australia di Surabaya untuk mengawal kedatangan tersangka Veronica Koman di Indonesia. (ang)