18 Mei 2024

`

Sehari, UM Kukuhkan 5 GuruBesar

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, mengukuhkan lima guru besar sekaligus dari berbagai keilmuan di Aula GKB A19 lantai 9, Kamis (04/10/2023).

 

Inilah lima guru besar yang dikukuhkan Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, di Aula GKB A19 lantai 9, Kamis (04/10/2023). Mereka terdiri dari, Prof. Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd, MM, Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Kewirausahaan UMKM. Prof. Dr. Suharti, S.Pd., M.Si, Prof. Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D, dan Prof. Dra. Surjani Wonorahardjo, PhD, ketiganya Guru Besar Kimia Fakultas MIPA. Prof Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag, Fakultas Sastra. 

MEREKA terdiri dari, Prof. Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd, MM, Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Kewirausahaan UMKM. Prof. Dr. Suharti, S.Pd., M.Si, Prof. Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D, dan Prof. Dra. Surjani Wonorahardjo, PhD, ketiganya Guru Besar Kimia Fakultas MIPA. Prof Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag, Fakultas Sastra.

Dalam orasinya, Prof. Wening Patmi Rahayu, menjelaskan pendidikan kewirausahaan dalam dunia Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) semakin mengalami perubahan signifikan dengan pendekatan yang berbasis budaya.  “Inovasi dalam pelatihan dan pendidikan ini bertujuan untuk menghubungkan wirausahawan dengan akar budaya mereka dan mempromosikan keberlanjutan ekonomi lokal. Pendidikan kewirausahaan berbasis budaya mengambil inspirasi dari kekayaan budaya lokal,” jelasnya.

Hal ini bertujuan untuk mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya sambil memberikan peluang ekonomi kepada masyarakat. Indonesia yang dikenal sebagai “Tanah Batik,” memiliki warisan budaya yang tak ternilai dalam bentuk seni tekstil tradisional yang indah.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan kewirausahaan UMKM berbasis budaya, batik telah menjadi tonggak penting dalam menghidupkan kembali seni tradisional dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Inilah sorotan tentang perkembangan pendidikan kewirausahaan UMKM berbasis budaya di Indonesia,” jelas Wening Patmi Rahayu. (div/mat)