19 Juni 2024

`

1.978 Maba Universitas Insan Budi Utomo Ikut Samba

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 1.978 mahasiswa baru (maba) Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), Malang, merasakan suasana baru dalam Sambut Mahasiswa Baru (Samba) di halaman kampus C, Kedamaian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (27/09/2023) siang.

 

Rektor Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko (berdiri pakai kaos hitam), bersama mahasiswa baru yang mengikuti Sambut Mahasiswa Baru (Samba) di halaman kampus C, Kedamaian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (27/09/2023) siang.

 

DALAM kegiatan ini mereka dibuat bahagia, karena acara dikemas dengan menyenangkan dan mengesankan. Diawali dengan senam bersama, games, lomba antar maba, serta hiburan musik.

Sebanyak 1.078 mahasiswa baru (maba) Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), Malang, merasakan suasana baru dalam Sambut Mahasiswa Baru (Samba) di halaman kampus C, Kedamaian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (27/09/2023) siang.

“Tahun ini jumlah mahasiswa baru berjumlah 1.978. Yang sudah herregistrasi sebanyak 1.312 orang. Kuotanya 1.500 maba. Kegiatan Samba dibuat bahagia dengan hiburan dan pernainan, termasuk nanti, saat lulusan, tentu saja bahagia. Jadi, masuk bahagia, keluar bahagia,” terang Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko di sela-sela kegiatan.

Nurcholis Sunuyeko menambahkan, semua perlombaan untuk menghangatkan suasana sesama mahasiswa baru. Maba yang datang dari seluruh Indonesia berbaur menjadi satu. Diharapkan dapat mewujudkan mimpi, merajut asa, menjadi insan pendidikan yang kompeten. “Ini tahun pertama menjadi universitas, dengan 3 fakultas dan 12 prodi, serta progam PPG (Progam Pendidikan Guru). Sehingga semua menjadi 13 progam studi,” jelasnya.

Untuk Program Pendidikan Guru (PPG), UIBU membuka kuota untuk angkatan pertama. Hingga saat ini pendaftar sebanyak 92 mahasiswa. Rektor berharap, seluruh maba bisa belajar dengan hati yang senang dan gembira, sehingga pengajaran akan efektif. Dengan metode ajar yang ringan dan penuh edukasi.

“Kami mengusung tema Masuk Bahagia, Keluar Bahagia. Tidak ada gap dalam belajar,” pungkasnya. (aji/mat)