20 Mei 2024

`

Murid SMPN 1 Tanah Merah Diajari Hadapi Puting Beliung

2 min read
"Pelatihan SPAB dapat digunakan sebagai materi pencegahan atau bisa meminimalisir bencana. Diharapkan para murid beserta guru dapat membagi informasi yang sangat berguna ini bagi sesama."

BANGKALAN, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Bencana angin puting beliung menjadi ancaman nyata bagi SMP Negeri 1 Tanah Merah, Jalan Raya Tanah Merah, Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

 

Murid SMP Negeri 1 Tanah Merah, mengikuti pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diadakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur, Kamis – Jumat (22-23/09/2022).

 

Kepala SMPN 1 Tanah Merah, Muhammad Yusuf, menerima berkas bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur.

BAHKAN sekolah ini pernah mengalaminya. Hal ini diungkapkan Kepala SMPN 1 Tanah Merah, Muhammad Yusuf. “Daerah sekitar sekolah kami rawan bencana angin kencang atau angin puting beliung. Pernah terjadi beberapa genteng terlempar,” jelasnya, Sabtu (24/09/2022).

Karena itu dia memandang sangat penting adanya pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diadakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur.

“Pelatihan SPAB dapat digunakan sebagai materi pencegahan atau bisa meminimalisir bencana. Diharapkan para murid beserta guru dapat membagi informasi yang sangat berguna ini bagi sesama,” kata Muhammad Yusuf, saat SPAB, Kamis – Jumat (22-23/09/2022) di sekolahnya.

Murid SMP Negeri 1 Tanah Merah, di Jalan Raya Tanah Merah, Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diajari cara menolong korban bencana.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bangkalan,  Rizal Morris, menjelaskan, akhir-akhir ini di Bangkalan telah terjadi beberapa bencana. “Maka dari itu, kegiatan ini untuk mengetahui cara mencegah bencana-bencana tersebut.

Aslichatul Insiyah, Nurul Wachida, dan Muhammad Rafly Ramadhani menjadi fasilitator kegiatan ini. Mereka memberikan edukasi, baik teori dan praktik mengatasi bencana dengan pemahaman yang mudah dimengerti siswa tingkat SMP.

Para fasilitator memberikan simulasi evakuasi mandiri dengan potensi bencana angin puting beliung. Kemudian latihan penanganan menghadapi kebakaran.  (iko/mat)