13 April 2024

`

Ilalang dan Lahan Bambu Terbakar, Warga Perumahan Karangploso View Panik

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Diduga karena ada pembakaran lahan bekas tanaman tebu, ditambah cuaca panas dan angin kencang, sebuah lahan bambu dan ilalang milik PT. Griya Intan Mandiri, yang dekat Perumahan Karangploso View, di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Sabtu (21/10/2023) siang, sekitar pukul 13.50 WIB. Tak ada korban jiwa dan terluka dalam kejadian ini. Namun kebakaran membuat warga sekitar dan pemilik perumahan panik.

 

Petugas damkar Kabupaten Malang bersama masyarakat memadamkan api yang membakar lahan bambu dan ilalang yang dekat Perumahan Karangploso View, di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (21/10/2023) siang, sekitar pukul 13.50 WIB.

 

Petugas damkar Kabupaten Malang bersama masyarakat memadamkan api yang membakar lahan bambu dan ilalang yang dekat Perumahan Karangploso View, di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (21/10/2023) siang, sekitar pukul 13.50 WIB.

KEPALA Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, menjelaskan, pada Sabtu siang, sekitar pukul 14.10 WIB, petugas jaga damkar Kabupaten Malang menerima informasi dari Venny, warga Perumahan Karangploso Viev Blok GG No 4, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kepada petugas jaga, dia mengabarkan ada lahan bambu dan ilalang di sekitar perumahan tersebut terbakar.

Setelah mendapat laporan, Tim Damkar yang dipimpin Andrianto sebagai Komandan Regu 3, sekitar pukul 14.15 WIB, langsung meluncur ke lokasi kebakaran dengan membawa 2 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Kabupaten Malang, sejumlah relawan RedKar, dibantu 1 personil TNI.

Petugas damkar Kabupaten Malang bersama masyarakat memadamkan api yang membakar lahan bambu dan ilalang yang dekat Perumahan Karangploso View, di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (21/10/2023) siang, sekitar pukul 13.50 WIB.

Tim Damkar yang tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 14.30 WIB, langsung melakukan tindakan penanggulangan. Dengan peralatan yang sudah siap dan dibantu sejumlah warga sekitar, petugas melakukan pemadaman. Butuh waktu cukup lama bagi petugas dan warga memadamkan api, karena banyak bahan yang mudah terbakar, seperti daun-daun ilang kering, sampah, dan batang bambu yang juga sudah mengering. “Sekitar pukul 15.45 WIB api baru berhasil dijinakkan,” kata Firmando, Sabtu (21/10/2023) malam setelah kejadian.

Namun tak urung api yang diduga berasal dari pembakaran bekas lahan tebu itu menimbulkan kepanikan warga sekitar. Tapi karena yang terbakar hanya lahan bambu, sehingga kerugian pun tak banyak. Hanya sekitar Rp 5 juta. “Cukup lama juga api membakar lahan bambu, sekitar 1,5 jam, mulai pukul 13.50 WIB hingga sekitar pukul 15.45 WIB, ” terang Firmando.

Mantan Camat Dau dan Pakis ini menambahkan, tak ada korban jiwa dan terluka dalam kejadian ini. Soal penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas yang berwenang. Namun diduga karena pembakaran bekas lahan tebu di sekitar kejadian. “Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan bahaya kebakaran,” pesannya. (iko/mat)