Warga Dampit Mati Membusuk di Tirtoyudo

Petugas mengevakuasi Dwi Hariadi (31), warga Desa Banjararum, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan tidak bernyawa di dekat pantai Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Setelah sehari semalam tidak pulang ke rumah, Dwi Hariadi (31),  warga Desa Banjararum, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan tidak bernyawa di dekat pantai Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jumat (01/02/2019).

 

PENEMUAN jasad Hariadi yang mengagetkan warga Lenggoksono, dibenarkan Kapolsek Tirtoyudo, AKP Suyoto. “Betul mas, ada penemuan mayat di Lenggoksono, Purwodadi. Saat ini anggota sedang ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),”terangnya, Jumat siang.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tirtoyudo, Aiptu Ikhwan Prasetyo menjelaskan, jasad Dwi Hariadi pertama kali ditemukan  Arif, warga sekitar yang hendak menebang pohon pisang. “Saat hendak menebang pisang, saksi mencium bau tidak sedap yang menyengat. Setelah ditelusuri, ternyata berasal dari tubuh korban,” papar Ikhwan.

Setelah petugas melakukan identifikasi, diketahui korban adalah Dwi Hariadi, warga Dampit. “Korban memang mengalami gangguan kejiwaan. Pada  Kamis (31/01/2019), sebelum kejadian, dia pamit akan memanen cengkeh di kebunnya. Namun hingga sore belum kembali. Pihak keluarga sudah berupaya mencari di sekitar lokasi kejadian, namun tidak ditemukan. Baru tadi pagi ada laporan penemuan mayat,” jelas Kanit Reskrim Polsek Tirtoyudo.

Dugaan sementara, korban terpeleset dan terjatuh saat memanjat pohon cengkeh. “Dugaannya seperti itu. Kan habis hujan. Diduga saat itu korban  terpelset, kemudian terjatuh ke jurang di bawahnya. Saat kejadian tidak ada yang mengetahui,” beber Ikhwan.

“Kejadian ini murni kecelakaan. Karena dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan pemeriksaan fisik, kami tidak menemukan hal mencurigakan maupun tanda kekerasan,”imbuhnya.

Proses evakuasi korban yang melibatkan relawan PMI Kabupaten Malang, tidak berjalan mudah. Pasalnya,  medan  sangat terjal, ditambah kondisi tebing yang licin karena diguyur hujan. “Selesai evakuasi, mayat langsung dibawa ke rumah duka, karena pihak keluarga keberatan dan menolak dilakukan proses autopsi,” pungkas Kanit Reskrim Polsek Tirtoyudo. (diy)