Unidha Gratiskan SPP Mahasiswa India

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Mahasiswa India yang belajar di Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, Jawa Timur, akan digratiskan biaya SPP. Ini merupakan bagian tindak lanjut dari kunjungan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Timur VII, beberapa waktu lalu.

 

Rektor Universitas Wisnu Wardhana (Unidha), Prof. Dr. Suko Wiyono yang juga Ketua Aptisi Jatim VII, Wakil Rektor I Unidha, Dr. Suharto, SM, M.Pd serta para dosen program Aptisi.

 

WAKIL Rektor I Unidha, DR. Suharto, SM, M.Pd menjejaskan, sebagaimana disampaikan Rektor Unidha, Prof. Dr. Suko Wiyono saat ini Kemenristekdikti sudah ada Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Program Itu sudah dilakukan di beberapa perguruan tinggi lain.

“Kalau di tempat lain bisa, kita di Unidha kan juga bisa. Itu dilaksanakan melalui program pertukaran mahasiswa (student exchange),” tuturnya, ditemui Kamis (03/10/2019).

Dosen program Aptisi Unidha.

Pertukaran itu lanjut Dr. Suharto, bisa dimulai dengan pada jurusan Bahasa Indonesia. Karena di India, masih sedikit sekali orang yang bisa berbahasa Indonesia.

Pada waktu yang sama, juga ada dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan fakultas yang ada di Wishnuwardhana. Di India, secara keilmuwan dan teknologi,  bisa dinilai mutakhir.

Wakil Rektor I Unidha, Dr. Suharto, SM, M.Pd.

“Selain joint research dan student exchange, bisa juga menawarkan progam pendidikan yang ada di Unidha. Program itu yang bisa ditempuh mahasiswa India, begitu juga sebaliknya,” lanjut WR I, Suharto.

Menurut Suharto, jika dilihat dari segi masyarakatnya, mungkin belum terlalu maju. Tetapi perguruan tingginya banyak yang sudah maju dan berkembang. Bahkan menurut Kedubes RI di India, di sana sudah bisa melakukan transpalansi hati.

“Jadi tidak hanya di China yang bisa. Kedokteran dan teknologinya sudah cukup maju. Yang membanggakan, telah menawarkan 200.000 beasiswa untuk mahasiswa asing,” tutur Rektor Universitas Wisnu Wardhana (Unidha), Prof. Dr. Suko Wiyono, yang juga Ketua Aptisi Jatim VII.

Selain itu, Aptisi juga memberangkatkan 3 dosen dan 2 mahasiswa Unidha ke China. Saat itu sedang dibuka kesempatan untuk pengembangan diri melalui program culture exchange.

Ketiganya, DR. Kustyarini, SPd, M,Pd, Kepala Pusat Study Center, Sri Ayu Irawati, SH, MH, (dosen), Heni Masruroh, M,Sc beserta dua mahasiswa jurusan Bahasa dan Ekonomi. (ide)