Turis Jepang Kepincut Rujak Pujiharjo, Pulang Bawa Kopi Bubuk

Salah satu turis Jepang belajar ngulek rujak di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Potensi wisata di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kian dikenal turis asing.  Setelah rombongan dari Jerman dan Denmark, kini giliran wisatawan Jepang yang bertandang ke desa di pesisir selatan tersebut. Ketika pulang, mereka dapat oleh-oleh kopi bubuk khas Pujiharjo.

 

KETIGA turis Jepang tersebut adalah Misato Natita (24), Dan Sinori (23), serta Hirata (40), semuanya berasal dari Tokyo. “Mereka datang ke sini Sabtu (11/08/2018) pagi, bermalam di sini, dan Minggu (12/08/2018) sore mereka pulang,” kata Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, Minggu (12/08/2018).

Hendik menjelaskan, turis Jepang ini  tahu tentang Desa Wisata Pujiharjo dari internet dan berita-berita yang ditulis TABLOIDJAWATIMUR.COM.  “Kami sangat berterimakasih karena sudah dibantu pemberitaan tentang potensi wisata desa, sehingga desa kami dikenal luas hingga manca negara,” ujarnya.

Sama dengan wisatawan-wisatawan lainnya, selama di Pujiharjo, tiga turis Jepang ini juga diajak keliling ke beberapa tempat wisata. Di antaranya, Pantai Sipelot, Air Terjun Wedi Putih, Pantai Tenger, dan Batu Payung. Mereka juga disuguhi makanan laut, seperti ikan tongkol, cumi-cumi, bekuthak dan rujak.

“Kebetulan hari ini bersamaan dengan acara Unduh-unduh, yakni hari raya bagi masyarakat Pujiharjo karena baru saja panen. Nah,  hasil panen atau hasil bumi tersebut, seperti kopi, cengkeh, pisang, kelapa, ketela dan sebagainya,  dibawa ke gereja, lalu dilelang. Acara Unduh-unduh ini berlangsung dua kali dalam setahun. Hasil dari lelang,  dipakai untuk pembangunan gereja. Dari hasil lelang hari ini,   terkumpul Rp  80 juta,” katanya.

Karena bersamaan dengan acara Unduh-unduh dan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun, sehingga suasana desa makin semarak. Apalagi pada acara ini juga ada pameran hasil produksi masyarakat, sehingga suasana makin semarak. Bahkan, tiga turis Jepang ini pun diajak keliling desa, menikmati pemandangan desa di malam hari, sambil menikmati rujak khas Pujiharjo.

“Mereka sangat senang, karena  suasana malam di desa banyak lampu kelip kelip. Hal ini membuat mereka betah berada di desa kami dan mengaku kagum dengan suasana Desa Pujiharjo,” katanya.

Setelah menikmati pemandangan alam Desa Pujiharjo dan bercengkerama dengan masyarakat, pada Minggu (12/08/2018) sore, tiga turis Jepang ini pun pulang. Mereka mendapat oleh-oleh kopi bubuk khas Pujiharjo yang dikenal cukup sedap. (mat)