18 Agustus 2022

TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Ketua Umum PSSI, Komjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H., bersama tim PSSI saat MoU dengan sejumlah perguruan tinggi.

Tingkatkan Kualitas Sepak Bola, PSSI Gandeng UM

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, bersama 7 perguruan tinggi lainnya, melaksanakan kersajama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kerja sama ini meliputi menciptakan pelatih dan instruktur pelatih berkualitas, pemain yang mumpuni, sains olahraga, dan beasiswa atlet.

 

Para peserta mengikuti MoU secara daring.

 

TUJUH perguruan tinggi lain yang ikut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) meliputi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan.

Ketua Umum PSSI, Komjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H., bersama tim PSSI saat MoU dengan sejumlah perguruan tinggi.

Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., Wakil Rektor IV Universitas Negeri Malang (UM) yang ikut dalam MoU itu mengatakan, kerja sama ini merupakan sebuah kolaborasi yang luar biasa.

“PSSI dan universitas sama-sama ingin berkembang. Karena itu perlu kerja sama yang baik. Kami merasa mendapatkan kehormatan pada acara ini.  UM mempunyai Fakultas Ilmu Keolahragaan, dosen sekaligus pelatih, serta fasilitas yang memadai,” kata Ibrahim, Kamis (26/08/2021).

Karena itu, masih kata Ibarhim,  apabila dikerjasamakan untuk pengembangan kedua belah pihak,  terutama untuk perkembangan sepak bola Indonesia, kolaborasi ini merupakan langkah yang strategis yang patut direspon dan realisasikan agar kedua belah pihak memetik manfaat.

Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Komjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H., mengatakan, kerja sama tersebut meliputi empat hal,  yaitu menciptakan pelatih dan instruktur pelatih berkualitas, pemain yang mumpuni, sains olahraga, serta beasiswa atlet.

Menurutnya, lingkungan kampus berpotensi menghasilkan pelatih dan instruktur pelatih yang berkualitas internasional. “Dari bidang kepelatihan, kerja sama ini akan membuat kursus di luar pendidikan sehingga mengurangi biaya kursus, sehingga mahasiswa dapat lulus dengan lisensi D,” katanya.

Selain untuk pengembangan sport science, masih kata  Mochamad Iriawan,  kerja sama ini juga akan memberikan kesempatan beasiswa bagi atlet berprestasi. Kerja sama yang dijalin juga sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

Menurut Iriawan, tidak mudah memajukan sepak bola, karena banyak sekali item yang harus ditempuh. “Mudah-mudahan dengan acara ini, sepak bola maju dan disegani pihak lawan, regional,  dan dunia,” harapnya.  (div/mat)