Terapkan Protokol Kesehatan, Kampung Nelayan Gelar Ketupatan Anak

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Warga di lingkungan RW 02 Kampung Nelayan Sukolilo, Kelurahan Bulak, Kota Surabaya, menggelar tradisi unik, Senin (01/06/2020). Kegiatan yang dilaksanakan seminggu usai Hari Raya Idul Fitri itu namanya Ketupatan Anak. Tradisi yang sudah turun-temurun ini berlaku hanya untuk anak-anak.

 

 

Suasana Ketupatan Anak di Kampung Nelayan Bulak, Surabaya.

KARENA acaranya digelar di tengah pandemi COVID-19, panitia tetap mengikuti protokol kesehatan. “Meski kita prihatin dengan kondisi ini,  tapi karena sudah tradisi, tetap kita lakukan. Tapi  kita selalu mencuci tangan sebelum makan, mengenakan masker, pakai face shield, serta menjaga jarak (tidak berkerumun),” jelas penyelenggara sekaligus kader PKK, Tri Eko Sulistyowati, Senin (01/06/2020).

Selain itu, masih kata Tri Eko, jumlah pesertanya pun  berkurang.  Tahun ini hanya diikuti 14 stand. Biasanya, masing-masing gang —dari  8 gang— ada 10 sampai 12 stand  serta 50 porsi makanan yang berbeda-beda. Tapi karena ada COVID, sehingga banyak yang tidak ikut.

Tri Eko menjelaskan, dalam tradisi unik  yang dihelat hanya sehari ini, selain mempersiapkan ketupat dalam ukuran kecil atau mini, warga juga mempersiapkan lauk pauk dan sayur yang akan dimakan. Seluruh makanan ketupat disiapkan di depan rumah masing-masing warga, sehingga terlihat berjajar,  layaknya orang berjualan makanan.

Uniknya, selain bentuk ketupatnya yang kecil, berbeda dari ukuran biasanya, penjual atau pedagang di masing-masing lapak serta pembelinya, seluruhnya anak-anak. Selain itu, meski bentuknya seperti orang berdagang makanan,  namun seluruh makanan ini gratis. Anak-anak boleh memakan sepuasnya.

“Tradisi asli Kampung Nelayan Sukolilo yang sudah turun-temurun ini diharapkan dapat terjaga dan lestari. Dari kegiatan ini terkandung maksud  mengajarkan dan mengenalkan kepada anak-anak cara berdagang dan berbagi kepada sesama,” terang Tri Eko Sulistyowati, Senin (01/06/2020). (ang/mat)