Sejak SMP Polisi Ini Hoby Pelihara Ular

Aiptu Harry Katno dan anaknya bermain dengan ular peliharaannya.

MALANG,TABLOIDJAWATIMUR. COM – Di sela-sela  kesibukan sebagai anggota Polisi, Aiptu Harry Katno (54) yang bertugas di Satpas Polres Malang Kota, Jawa Timur, punya hoby lain, memelihara  hewan melata, seperti  ular.

 

Aiptu Harry Katno bermain dengan ular peliharaannya.

SAAT TINGGAL di rumah,  Jl. Ciliwung, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakang rumahnya, merupakan persawahan. Hal ini membuatnya seringkali menjumpai ular, bahkan menangkapnya.

Aiptu Harry Katno bersama ular peliharaannya.

“Saat itu memang belum terlalu suka dengan ular. Namun setelah jadi Polisi, sekitar tahun 1988, saya mulai suka memelihara reptil,” tutur Aiptu Harry Katno, Minggu (16/06/2019) di rumahnya.

Ia menyebut, dirinya memang sudah suka dengan hewan reptil jenis ular sejak kecil. Setelah dewasa, ia pun mulai memelihara ular dari hasil menangkap dan pemberian teman -temanya.

Saat ini, ada tiga ular yang jadi koleksinya. Salah satunya, ular piton yang panjangnya mencapai empat meter lebih dan berat sekitar 10  kilogram. Ular itu sudah berusia sekitar delapan tahun. Ular itu dia temukan di usia 3 tahun yang didapat dari warga Sukun, Kota Malang.

Ia menceritakan, sejak kecil ia mengaku sering menangkap ular. Bermula saat   semasa SMP di tahun 1978 di Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. “Sejak duduk di SMP, saya sudah suka dengan ular. Selanjutnya, hobi itu berjalan hingga saat ini ,” lanjutnya.

Kesukaan itu berlanjut lagi hingga memasuki masa dinas di Polri tahun 1988 di Polwil Malang. Kemudian tahun 1989 pindah ke Polres Malang dan saat ini dinas di Polres Malang Kota.

Dari hobinya itu, kini suami dari Tutik Sunarti itu sering dimintai bantuan, bila ada ular yang masuk ke rumah warga. ”Pernah ada ular, jenis ular kayu,  di depan rumah warga Desa Tambak Asri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, kemudian saya tangkap. Sebab warga yang lain takut,” terangnya.

Kejadian itu pun berlanjut saat ada ular lainnya. Baru-baru ini, sekitar bulan Maret 2019, ada seorang dokter gigi yang meminta bantuannya. Saat itu, seekor ular jenis piton kendang ada di rumah praktek drg Muin di Jl Satsuit Tubun, Kebonsari, Kota Malang.

“Saya dikabari ada ular masuk rumah tempat praktek dokter gigi. Setelah lepas dinas, ular langsung saya tangkap dan sampai sekarang saya rawat,” jelas pria yang kesehariannya bertugas di uji praktek roda empat Satpas Polres Malang Kota.

Apakah dirinya pernah mengalami ‘kecelakaan’ dengan digigit ular? Harry Katno mengaku pernah mengalami hal itu. Namun tidak membuatnya jera. Saat itu, tidak sengaja terinjak sehingga menggigit. Menurutnya,  memang terdapat kenikmatan dan kepuasan tersendiri saat memelihara ular.

“Tidak sengaja terinjak, saya digigit pada kaki. Tapi nggak saya tarik, cuma saya sedikit lus kepalanya langsung dilepaskan. Dan saya heran melihat ularnya, seperti getun (menyesal) setelah menggigit juragannya. Mungkin dia sudah ngerti,”ungkapnya.

Ular peliharaanya, ia beri makan seekor kelinci besar atau seekor marmut. Sekali memberi makan seekor kelinci, ular tersebut tidak makan selama kurang lebih tiga minggu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain ular, ia juga bisa menjinakkan hewan buas seperti biawak bahkan buaya. Menurutnya, hanya diperlukan kewaspadaan dan sentuhan lembut. “Jangan mengagetkan ular. Biasanya kalau dikageti malah menggigit. Dan saat menangani ular harus tenang,” jelas bapak tiga anak ini. (ide)