Pengedar Sabu Karangploso Diringkus, Konsumennya Sopir Truk

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Malang, Jawa Timur, mengamankan 395 butir ekstasi dan 36 gram sabu-sabu dari tangan Muhamad Soleh (40), warga Dusun Karang Juwet, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

 

 

Muhamad Soleh, tersangka pengedar narkotika saat digelandang petugas Satreskoba Polres Malang.

KEPADA awak media, KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu. Suryadi menjelaskan, penangkapan Soleh di rumah kontrakannya yang beralamat di Perumahan Griya Asri, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, berawal dari informasi masyarakat yang curiga dengan banyaknya tamu yang datang di kontrakan tersangka.

“Warga kemudian melapor ke kami, yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Hasilnya,  kami berhasil menangkap tersangka beserta barang bukti 290 butir ekstasi warna hijau, 105 butir ekstasi berwarna merah, seperangkat alat hisap SS, sebuah timbangan elektrik serta sabu-sabu seberat 36 gram,”terangnya Selasa (05/03/2019).

Barang bukti tersebut, menurut Suryadi, ditemukan di kamar tersangka saat dilakukan penggeledahan. “Saat dilakukan penangkapan, tersangka baru saja melayani pembelian narkoba,” jelas KBO Satreskoba Polres Malang.

Soleh hanya bisa pasrah dan menurut saat petugas menggelandangnya ke Polres Malang. “Saat ini kami sedang mengembangkan kasus ini. Dia kami jerat dengan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya lebih dari 15 tahun kurungan penjara,” tegas Suryadi.

Sementara itu,  Soleh, bapak tiga orang anak, mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang berada di Madura. “Saya memesan barangnya lewat telepon terlebih dahulu. Kalau barangnya ada, maka akan langsung dikirim,” ujarnya lesu.

Dia menambahkan, barang memabukan tersebut, dikirim dengan cara ranjau. Biasanya, barang diranjau di suatu tempat di wilayah Pasuruan. Lebih lanjut Soleh mengaku tidak menjual narkotika yang dimiliknya ke pelajar atau remaja. Konsumennya tak lain adalah temannya yang bekerja sebagai sopir. Alasannya, untuk menjaga stamina ketika sedang bekerja.

“Kalau sabu-sabu, pembelinya rata-rata adalah sopir truk. Saya tidak pernah menjualnya pada anak remaja atau pelajar,”ucapnya sambil menundukan kepala. (diy)