Partisipasi Pemilih di 5 Kecamatan Ini Rendah

Sosialisasi KPU untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pileg dan Pilpres 2018 di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pemilihan Umum (Pemilu) sejatinya adalah pesta demokrasi rakyat untuk memilih wakil dan pemimpinnya. Sayangnya, angka partisipasi masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur,  masih rendah, karena warganya banyak yang menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.

 

Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko.

MENYIKAPI hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang melakukan sosialiasi sejak Selasa (06/11/2018) di lima kecamatan tersebut.

Berdasarkan data Pilkada 2015,  lima kecamatan yang tingkat partisipasi masyarakatnya terbilang rendah adalah Kecamatan Pagak dengan presentase pemilih 56%, Donomulyo 58%, Kalipare 59%, Ampelgading 60%, dan Kecamatan Bantur 65%.

Kepada awak media, Ketua KPU Kabupaten  Malang, Santoko mengatakan,  sosialiasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar pada 17 April 2019.

“Sosialiasasi yang kita lakukan selama tiga hari, dimulai sejak Senin (05/11/2018) kemarin di Kecamatan Kalipare. Sosialisasi yang kita lakukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat. Hari ini adalah sosialisasi terakhir yang kita lakukan di Kecamatan Pagak,” terang Santoko, Kamis (08/11/2018).

Sosialisasi yang dilakukan KPU,  menurut Santoko,  menyasar pada segmen keluarga. “Kenapa keluarga yang menjadi target sosialisasi? Karena keluarga adalah organisasi terkecil dalam masyarakat. Jika ada satu anggota keluarga yang sudah mempunyai hak pilih mendapatkan sosialisasi, kami harap bisa menularkan kepada  anggota keluarga yang lain yang sudah mempunyai hak pilih tentunya,”jelasnya.

Santoko menjelaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam Pileg maupun Pilpres 2019. “Ini kan pesta demokrasi masyarakat Indonesia untuk memilih pemimpin dan wakil kita. Sebagai warga negara,  mari kita gunakan hak pilih kita, sesuai dengan pilihan nurani kita. Karena perolehan suara pada Pileg maupun Pilpres akan menentukan masa depan bangsa,” tuturnya.

Berdasarkan data Pilkada 2015,  ada lima kecamatan yang tingkat partisipasi masyarakatnya terbilang rendah, yakni Kecamatan Pagak dengan presentase pemilih 56%, Donomulyo 58%, Kalipare 59%, Ampelgading 60%, dan Kecamatan Bantur 65%.

Jika melihat demografi atau sebaran jumlah penduduk, lima kecamatan yang memiliki angka golput tinggi itu adalah sentra PMI (Pekerja Migran Indonesia). “Lima kecamatan itu memang dikenal sebagai sentra pengiriman PMI, jadi banyak di antara mereka yang namanya masih tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT), namun orangnya tidak berada di rumah,  karena menjadi pekerja migran (TKW) sehinga saat pelaksanaan pemilu tidak bisa hadir,” papar Santoko.

Banyaknya para PMI yang bekerja di luar negeri itulah yang diklaim menjadi penyebab tingginya angka golput di lima kecamatan yang kebetulan berada di wilayah Malang Selatan tersebut. “Sosialisasi yang kita lakukan bekerja sama dengan Panitia Pemilih Kecamatan (PPK). Mereka yang akan mengumpulkan warga, kemudian kita yang memberikan materi sosialisasi. Setidaknya inilah usaha kita untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pileg dan Pilpres 2019 besok,”pungkas Santoko.  (diy)