Mendikbud : Walikota Malang Harus Peduli Pendidikan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Meskipun sudah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan berada di Jakarta, namun Prof. Dr. Muhajir Effendi masih melakukan pencoblosan Pilihan Gubernur Jatim serta Pilwali Kota Malang, di Kota Malang, Rabu (27/06/2018).

 

Mendikbud RI, Muhahir Effendi saat melakukan pemungutan suara di Kota Malang.

 

Mendikbud RI, Muhajir Effendi saat melakukan pemungutan suara di Kota Malang.

MANTAN Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, mengambil hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) X Jl. Pisang Kipas, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru,  Kota Malang.

“KTP saya memang Malang, jadi saya mengambil suara di Malang,” tutur Mendikbud, usai melakukan pencoblosan.

Sebagai Menteri Pendidikan, ia berharap pemimpin yang akan datang sangat peduli dengan bidang pendidikan. Menurutnya, investasi pendidikan sangat penting. Karena itu,  dengan memberikan kelonggaran pada bidang pendidikan, akan memberi peluang investasi di masa mendatang.

“Semoga pemimpin yang terpilih nanti, benar- benar yang dikehendaki dan amanah. Selain itu, yang peduli terhadap pendidikan, ternasuk dalam penganggaran. Angaran pendidikan 20 persen itu, harusnya dari daerah semua, sehingga tidak dari pusat,” lanjutnya.

Ia mengaku, sudah melakukan sosialiasi politik terutama terhadap para pencoblos pemula. Sebagai generasi muda, perlu dikenalkan metode berdemokrasi dalam memilih pemimpin. Terkait dengan calon gubernur, ia mengaku cukup sulit menjatuhkan pilihan. Mengingat, keduanya sudah sangat dikenal.

Disinggung 2 calon Walikota Malang yang kesandung masalah dan harus berhadapan dengan hukum, ia mengaku prihatin. Namun semua itu, masih menunggu hasil sidang pengadilan sebagai pembuktian.

“Tentunya, saya ikut prihatin. Namun saat ini, proses masih sedang berlangsung. Jadi kita tunggu hasil putusanya,” pungkasnya.  (ide)