TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Tim UMM membagikan APD kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Dau, Kabupaten Malang.

Mahasiswa UMM Bagikan 150 APD

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membagikan sekitar 150 alat pelindung diri (APD) di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Malang, Jawa timur, belum lama ini.  Bantuan diberikan karena pandemi COVID-19 belum berakhir.

 

Tim UMM membagikan APD kepada tenaga kesehatan.

 

IIS SITI Aisyah, ST., MT., Ph.D, salah seorang dosen UMM yang ikut mendampingi dalam pembagian APD itu menjelaskan, agenda ini bentuk dukungan pada dokter dan tenaga kesehatan yang telah berkorban untuk menghadapi pandemi. “Ada sekitar 150 APD yang kami berikan ke teman-teman tenaga kesehatan di Malang,” katanya.

Tim UMM membagikan APD kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Dau, Kabupaten Malang.

Sejumlah mahasiswa terlibat dalam program tersebut. Di antaranya, Noor Febriyansyah, Muhammad Reza Setiawan, Moch Dafa Balia Karim, Muchamad Ul Hakim, serta Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D sebagai dosen pendamping.

Dalam agenda itu, mereka membagikan APD ke sejumlah rumah sakit,  seperti RSU Syaiful Anwar, RS UMM, RS Islam Aisyiyah,  dan Puskesmas Dau, Kabupaten Malang.

Tim UMM juga membuat website di beberapa TK Aisyiyah di Malang. Menurut Iis, program ini dilaksanakan dalam rangka mendukung proses pengelolaan data dan publikasi. Utamanya bagi TK Aisyiyah di Malang. Sebab, masih banyak data yang dikelola secara manual sehingga mempersulit proses pendataan.

“Kebetulan Aisyiyah memiliki program cek kesehatan yang diadakan secara rutin di TK Aisyiyah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak-anak. Sayangnya, data-data yang diperoleh masih direkap secara manual sehingga menyulitkan pemeriksaan,” ujar dosen jurusan Teknik Mesin UMM tersebut.

Febri, salah satu anggota tim UMM bercerita, proses pembuatan website  cukup menantang. Apalagi tak ada satu anggota yang ahli dalam penyusunan dan pengoperasian website. “Awalnya kami kesulitan, tapi didorong keinginan kuat untuk bermanfaat bagi sesama,  akhirnya kami bisa menyusunnya,  meski harus mencari tutorial dan belajar ke sana kemari,” jelasnya.

Mahasiswa asal kalimantan ini menambahkan, timnya sangat ingin membagikan pengetahuan mengenai website kepada para guru TK. Namun situasi pandemi COVID 19  menghalangi keinginan tersebut. “Saya harap website ini bisa mempermudah pengelolaan dan publikasi data di TK Aisyiyah Malang,” katanya. (div/mat)