Kontribusi Koperasi Hanya 4%

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kontribusi koperasi sebagai soko guru. masih rendah, hanya 4 – 5 persen. Karena itu, masih besar potensi yang bisa digali dan ditingkatkan. Salah satunya, membuat kesepakatan dan menyamakan persepsi tentang koperasi.

 

Dekan Fakultas Ekonomi, Dr H. Cipto Wardoyo, SE, M.Pd, M.Si, AK, CA bersamaDr Fakhrurozi dari Adopkop dan para pemateri dan pelaksanaan seminar nasional Koperasi.

 

“APAKAH saat ini koperasi masih sebagai soko guru ekonomi? Sementara kontribusinya masih sekitar 4 – 5 persen.  Ini  masih minim jika dibanding dengan badan usaha yang lain. Dengan begitu, masih terbuka peluang untuk peningkatan kontribusi,” kata Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Malang, Dr. H. Cipto Wardoyo, SE, M.Pd, M.Si, AK, CA,  saat membuka seminar nasional Koperasi di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Selasa (29/10/2019).

Para peserta seminar nasional Koperasi di UM Malang.

Kontribusi  itu bisa ditempuh dengan cara bekerjasama dengan perguruan tinggi lain. Bahkan SDM FE UM siap melakukan penelitian. “Bekerjasama dengan para akademisi bisa melahirkan sumbangan pemikiran tentang pengembangan keilmuan koperasi dan memberikan contoh koperasi yang baik. Bisa dengan cara membuat buku ajar hingga rancangan pembelajaran koperasi. Yang pasti, harus menjadi jati diri dalam ekonomi kebersamaan,” katanya.

Dr. Fakhrurozi dari Adopkop.  menambahkan, memaksimalkan potensi koperasi harus disemangati dengan gerakan pegiat koperasi. Sehingga nantinya warga Indonesia menjadi koperasi mainded. “Ini sudah tercipta di beberapa negara di luar negeri. Di Indonesia, ada Dekopin dan Adopkop yakni Asosiasi Dosen dan Peneliti Perkoperasian Indonesia,” katanya.

Dengan begitu, lanjut Fakhrurozi, melalui gerakan yang mengawal koperasi, diharapkan akan bisa menggerakkan koperasi di Indonesia sehingga bisa mempertahankan koperasi menjadi soko guru perekonomian Indonesia.

“Yang terpenting lagi, koperasi harus sesuai dengan jati diri. Yakni ekonomi kebersamaan. Terkait dengan perkembangan digital saat ini, harus bisa mengedepankan efisiensi. Dengan kebersamaan yang menjadi visi koperasi, bisa menghasilkan efisiensi. Karena koperasi adalah low cost ekonomi,” pungkasnya. (ide/mat)