KONI Kota Malang Gelar Diskusi Publik, Persiapan Porprov 2019

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Permasalahan dispensasi altlet jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Juli 2019 mendatang, terjawab sudah. Hal ini menyusul pernyataan Totok Kasiyanto, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, yang memberikan kemudahan perijinan terhadap para altlet.

 

Pelaksanaan diskusi Publik, prestasi atlet tanggungjawab siapa jelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi.

 

“JADI, semuanya bisa melalui komunikasi yang baik dengan pihak sekolah yang bersangkutan, dalam hal ini kepala sekolah. Saya kira, sekolah pasti mengijinkan untuk siswanya yang menjadi atlet, apalagi sudah ada peraturan presiden untuk itu,” tuturnya saat diskusi publik yang dimotori PWI, Pemkot serta KONI Kota Malang, bertemakan ‘Prestasi Tanggung Jawab Siapa’ di hotel Montana, Sabtu (1/12/2018).

Menurutnya, seiring dengan program Pendidikan Penguatan Karakter (PPK), siswa sangat dianjurkan untuk memiliki dan menseriusi bakat dan minatnya. Karena itu, tentunya Dinas Pendidikan sangat mendukung perkembangan para atlit. Menurutnya, sinergitas antar lembaga baik KONI, DIKNAS, DISPORA, Anggota Dewan serta pihak terkait, menjadi kunci kesuksesan.

Adanya dispensasi para atlet, disambut positif para pengurus cabang olah raga, di bawah naungan Koni. Mengingat, hal itulah yang selalu menjadi permasalahan para atlit selama ini. Namun demikian, juga sangat wajar jika hal itu, harus diimbangi dengan prestasi.

“Saya kira, satu permasalahan sudah teratasi. Artinya, Dinas Pendidikan memberikan kemudahan untuk siswanya yang menjadi atlet. Ini yang sering menjadi pertanyaan pengurus, bahkan orang tua allet. Itu harus dimanfaatkan, untuk berbuat yang terbaik dalam bentuk prestasi. Koni juga mempersiapkan, para atlet untuk terus berprestasi, bahkan merangsang dengan sejumlah bonus,” terang H. Husnun Jurait, Wakil Ketua Koni, yang menjadi salah satu nara sumber dalam diskusi tersebut.

Disinggung persiapan atlet jelang Porprov pertengahan tahun depan, ia menyatakan saat terus dilakukan monitor dan evaluasi di setiap cabor. Dirinya mentargetkan, prestasi harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk itu, salah satu langkah yang diambil, adalah mendatangkan pelatih fisik di hampir seluruh cabor. Selain itu, tentu ada upgrade dan peningkatan kemampuan pelatih.

“Pemusatan latihan atlet, akan kita mulai bulan Januari. Dalam monitor dan evaluasi, kami akan lebih selektif dalam memilih atlet yang diturunkan. Yang paling berpeluang, tentu diprioritaskan. Apalagi, secara anggaran, ada  penurunan dari tahun sebelumnya. Itu malah akan menjadi tantangan untuk lebih berprestasi lagi,” lanjut Husnun.

Lebih lanjut Husnun menjelaskan, jika jumlah Cabor saat ini ada sekitar 40. Sebagaimana tahun sebelumnya, posisi juara dua, sangat diperebutkan para peserta kontingen. Untuk itu, KONI Kota Malang, terus memaksimalkan para atlet hingga bisa meraih prestasi terbaiknya.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya yang menjadi pemrakarsa diskusi, melalui ketuanya, Ariful Huda, juga akan terus mengagendakan beberapa pertemuan dan diskusi di Kota Malang, mencari solusi persoalan untuk kemajuan dan kepentingan bersama.

“Di akhir tahun ini, PWI telah melaksanakan agenda Turnamen Badminton, bulan lalu serta Diskusi Publik seperti saat ini. Beberapa kegiatan, terus dijadwakan. Mengingat, ini bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional awal tahun depan,” tutur Ariful. (ide)