TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

KH Marzuki Mustamar menjadi penceramah dalam peringatan Tahun Baru Muharram 1442 H yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Malang, Senin (07/09/2020) di Pendopo Kabupaten Malang, Jl. Agus Salim No 7 Kota Malang.

Kalah Menang Urusane Tim Sukses, Yang Penting Guyub Rukun

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ketua PW Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, dengan tegas menyatakan, secara kelembagaan, NU tidak akan terlibat dalam politik praktis, termasuk dalam pemilihan kepala daerah.  Namun secara personal, di lingkungan kyai pondok atau tokoh agama, bisa memilih sesuai kriteria yang diharapkan.

 

KH Marzuki Mustamar menjadi penceramah dalam peringatan Tahun Baru Muharram 1442 H yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Malang, Senin (07/09/2020) di Pendopo Kabupaten Malang, Jl. Agus Salim No 7 Kota Malang.

 

HAL INI ia sampaikan di sela-sela menjadi penceramah dalam peringatan Tahun Baru Muharram 1442 H yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Malang, Senin (07/09/2020) di Pendopo Kabupaten Malang, Jl. Agus Salim No 7 Kota Malang.

Bupati Malang, HM Sanusi memberikan santunan.

“Soal sikap NU, secara kelembagaan, NU tidak akan campur tangan terhadap poltik praktis. Tapi untuk politik kebangsaan, NU bertugas memberikan bimbingan kepada maayarakat untuk berpolitik yang sehat, menjaga keutuhan NKRI, menjaga keamanan negara. Jangan sampai berkhianat. Itu tugas NU untuk membimbing masyarakat,” katanya.

Namun, secara personal, masih kata Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Rosyad, Gasek, Kota Malang, Jawa Timur ini, di lingkungan kyai pondok atau tokoh agama, bisa memilih sesuai kriteria yang diharapkan.

Menurut KH. Marzuki, tugas NU mendorong masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan keamanan dalam pilkada, termasuk pilkada di Kabupaten Malang yang akan dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.  Mengingat, Malang sangat heterogen, dihuni berbagai suku, ras,  dan agama.

Didik Gatot Subroto.

“Artinya, lewat momen pilkada tersebut, jangan sampai saat terpilih sebagai pemenang, akan memusuhi lawan politiknya. Begitu pun sebaliknya, seperti yang terjadi di salah satu negara di Timur Tengah. Intinya begini, kalah menang itu urusane tim sukses. Yang penting tetap guyub rukun. Harus legowo,”  ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, KH. Marzuki Mustamar mendoakan agar pilkada berjalan aman dan lancar, sehingga menghasilkan calon pemimpin yang amanah, lebih memikirkan umat, sesuai keinginan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, kehadiran KH Marzuki memang undangan Pemerintah Kabupaten Malang sebagai penceramah agama.

“Beliau adalah tokoh besar, sebagai Ketua PWNU Jatim. Sudah disampaikan oleh beliau, tidak ada sangkut pautnya dengan politik. NU akan netral. Kalau pun pribadi- pribadi akan memilih siapa nantinya, ya itu hak beliau-beliau. Sekali lagi, saya sebagai calon peserta pilbup, tidak ada kepentingan. Saya tegaskan lagi, beliau hadir karena undangan ceramah keagamaan,” kata Didik. (div/mat)