23 Februari 2024

`

Kelompok 89 Mahasiswa UMM Kenalkan Robotika Mobil Sederhana Tenaga Surya di SDN 03 Sidodadi

4 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok 89 Gelombang 5 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), mengenalkan cara merakit robotika mobil sederhana dengan bantuan tenaga surya kepada siswa SDN 03 Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (19/02/2024).

 

“Koordinator kelompok 89 sedang memaparkan materi mengenai proses kinerja robot mobil sederhana bertenaga surya di SDN 03 Sidodadi. Selain itu, pengenalan robot kepada anak-anak juga melibatkan informasi tentang teknologi terbarukan dan proses perakitan robot.”

KRISNA Hayu Dirgantara, salah satu mahasiswa UMM Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri, yang ikut dalam PMM tersebut, menjelaskan, tujuan PMM ini untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian UMM. “Kegiatan pendampingan ini di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang dengan Dosen Pembimbing (DPL) Rini Pebri Utari, S.Pd,MT,” katanya, Rabu (07/02/2024) siang.

“Pendampingan oleh kakak PMM dalam mengawasi perakitan robot mobil sederhana bertenaga surya dapat membantu memastikan bahwa perakitan dilakukan dengan benar dan robot dapat berfungsi dengan baik setelah selesai dirakit.”

Krisna menambahkan, kelompoknya yang beranggotakan 5 mahasiswa, Muhammad Faiz Albar (koordinator), Krisna Hayu Dirgantara (seketaris), Bintang Ardhian Hermansyah (logistik), Dea Amalia Zahra (dokumentasi), dan Khoirun Niza Ramadhani (bendahara), merakit robotika mobil sederhana dengan bantuan tenaga surya agar dapat menjadi aplikasi praktis dari mata kuliah yang diampu, yaitu Pengukuran dan Perancangan Sistem Kerja (PPSK).

Setelah proses perakitan robot mobil sederhana selesai, uji coba dapat dilakukan untuk memastikan robot dapat berfungsi dengan baik. Uji coba juga dapat dilakukan dengan memastikan robot dapat berfungsi dengan baik dalam berbagai kondisi, seperti di bawah terik matahari atau di lingkungan yang berbeda.

“Melalui kegiatan ini, siswa/siswi SDN 03 Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, dapat belajar tentang penerapan konsep-konsep teknis yang dipelajari dalam mata kuliah tersebut. Seperti pengukuran, perancangan sistem, dan penerapan tenaga surya dalam konteks robotika,” katanya.

Kepala SDN 03 Sidodadi, Sih Winarsih, sangat mengapresiasi dan berterima kasih adanya PMM mahasiswa UMM yang tergabung dalam Kelompok 89 Gelombang 5 di sekolahnya ini. “Terima kasih kepada kakak – kakak PMM yang telah mengenalkan karyanya kepada siswa siswi di sekolah ini. Semoga dengan adanya kakak – kakak PMM di sini dapat membantu membangun kreativitas siswa- siswi SDN 03 Sidodadi agar lebih maju,” katanya.

Hal senada juga diutarakan Lenny Yusvita, guru SDN 03 Sidodadi. Menurutnya, adanya PMM di sekolahnya, menambah ilmu bagi guru dan murid-muridnya. “Ya sekiranya ada kakak – kakak bisa mengaplikasikan kegiatan di universitas, lalu dibawa ke sekolah kami, tentu kami senang. Supaya siswa siswi di sini mendapatkan ilmu baru,” harapnya.

“Saya juga terima kasih kepada kakak-kakak PMM telah mengenalkan karyanya. Mungkin siswa- siswi di sini masih awam tentang robot sederhana yang menggunakan tenaga surya,” sela Ida Wahyundari, guru SDN 03 Sidodadi lainnya.

Foto bersama setelah menjalankan proses perakitan robot mobil sederhana bertenaga surya.

Fabio, siswa SDN 03 Sidodadi, merasa sangat senang mendapat pengetahuan baru tentang robot dari para mahasiswa PMM. Apalagi dia baru tahu kalau ada robot yang menggunakan tenaga surya. “Saya baru tahu tentang robot menggunakan tenaga surya. Tapi sekarang saya sudah tahu dan paham tentang robot mobil sederhana yang menggunakan tenaga surya setelah kakak PMM ada di sekolah saya,” katanya. “Yang dikenalin sama kakak PMM itu luar biasa. Manfaatin matahari buat ngegerakin robot mobilnya itu hebat,” sela Zahra, siswi SDN 03 Sidodadi.

Menurut Krisna Hayu Dirgantara, ada beberapa tujuan diadakannya program perakitan robot sederhana ini. Pertama, melatih kreativitas. Memberikan kesempatan siswa/siswi dengan merakit sebuah robotika mobil sederhana dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.

Krisna Hayu Dirgantara, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas teknik, Jurusan Teknik Industri.

Kedua, meningkatkan keaktifan. Dengan adanya gaya belajar yang dibentuk menjadi sebuah kelompok mengharuskan seluruh anggota kelompok terkait dapat menunjukkan gagasan mereka mengenai bagaimana cara yang benar saat merakit robot serta estimasi yang tepat dalam merakitnya.

Ketiga, mengasah pengetahuan. Diberikannya sebuah penampang panel surya yang dijadikan sebagai tenaga utama penggerak robot. Adanya hal baru tersebut menjadikan ladang pengetahuan bagi siswa/siswi bahwa energi yang terkumpul pada penampang panel surya akan dialirkan ke dalam baterai kecil yang dijadikan sebagai tenaga penggerak. Adanya perakitan ini juga mengajarkan tentang kinerja lisrik terbarukan yang ramah lingkungan.

“Kegiatan perakitan robotika mobil sederhana ini sesuai dengan program kerja kegiatan PMM kelompok 89 gelombang 5. Dengan adanya kegiatan ini akan melatih robotika sederhana dan dapat memberikan siswa/siswi banyak manfaat, termasuk membantu mereka menjadi pribadi yang kreatif. Pelatihan robotika sederhana dapat membantu siswa/siswi mengembangkan keterampilan teknologi dan pemecahan masalah, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berpikir kreatif dan inovatif,” jelas Krisna.

Selain itu, melalui pelatihan robotika sederhana, siswa/siswi juga dapat belajar bekerja sama dalam tim dan meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Dengan demikian, melatih robotika sederhana dapat membantu siswa/siswi menjadi pribadi yang kreatif serta memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. (ind/mat)