Jambret Kota Lama Didor

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Tersangka penjambretan, Anis (36), warga Jalan Kebalen Wetan, Gang Cepiring, Kecamatan Kota Lama, Kota Malang, Jawa Timur, ditembak Tim Buser Polres Malang, karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap, Selasa (12/03/2019).

 

 

Anis jambret asal Kota Lama, Kota Malang yang di dor petugas dan Zainal Arifin, warga Kalipare yang diduga menjadi penadah.

KEPADA awak media, Kapolres Malang, AKBP. Yade Setiawan Ujung, SH,S.I.K,M.Si menjelaskan, saat akan ditangkap di rumah kosnya, di sekitar Pasar Induk Gadang, Anis malah berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa kedua kakinya ditembus timah panas petugas.

“Dia (Anis-red) berusaha melarikan diri saat akan ditangkap di tempat kosnya. Hasil penyidikan diketahui bahwa tersangka Anis sudah sembilan kali menjambret di wilayah Pakisaji dan Kepanjen,” terang Kapolres Malang, Rabu (13/03/2019).

Penangkapan Anis bermula saat korban Susanti, warga Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang mengalami penjambretan di Jalinbar (Jalur Lingkar Barat) Kepanjen, saat sedang melintas sendirian di malam hari, 17 Februari 2018 silam. Korban yang mengendarai motor sendirian, dipepet motor Kawasaki Ninja yang dinaiki Anis. Kemudian pelaku merampas tas milik korban yang berisi HP merek OPPO, serta beberapa barang berharga lainnya.

Akibat perbuatan sadis Anis, korban pun terjatuh dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kejadian naas yang menimpa dirinya dilaporkan ke Polres Malang oleh Susnti pada keesokan harinya. Berdasarkan laporan korban, Polisi kemudian melakukan penyelidikan, dan mengetahui posisi HP korban yang dibawa oleh Zainul Arifin, warga Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Zainul yang diduga sebagai penadah kemudian ditangkap petugas.

“Dari pengembangan tersangka ZA, kami kemudian menangkap tersangka utama,”ungkap Kapolres Malang.

Sementara itu, Anis, dengan mengerang kesakitan, mengaku terpaksa menjambret karena kondisi ekonomi dan anaknya banyak. “Terpaksa, karena desakan kebutuhan. Anak saya empat sehingga kebutuhan juga besar, sedangkan upah buruh potong ayam tidak mencukupi,” dalihnya.

Jambret asal Kota Lama, Kota Malang ini mengaku, selama ini baru melakukan penjambretan sebanyak empat kali sejak Februari 2018. “Baru empat kali. Sasaran saya adalah wanita yang bersepeda sendirian di malam hari dan membawa tas,” ujar Anis.

Sementara itu, Zainal Arifin menyangkal dituduh sebagai penadah. Dia mengaku membeli HP dari Anis karena dirasa harganya murah. “Saya membelinya seharga Rp 1 juta. HP tersebut tidak saya jual, melainkan dipakai sendiri. Tidak tahunya, saya malah ikut ditangkap,” keluhnya sambil menunduk lesu. (diy)