Gudang Pakan Ternak Terbakar, Ratusan Juta Hangus

Petugas PBK memadamkan api yang membakar gudang pembuatan pakan ternak di Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kebakaran hebat melanda gudang bahan baku pembuatan pakan ternak di Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur,  milik Nurul Fadriyah (50),  warga Perumahan Sawojajar, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, Jumat (02/11/2018).

 

KEPADA awak media, Kapolsek Pakis, AKP Sony Setyo Widodo membenarkan kebakaran yang melahap tempat usaha pakan ternak milik Nurul tersebut. “Kejadiannya pukul 03.30 WIB,  menjelang subuh. Dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa maupun cedera. Hanya kerugian material,” terangnya.

Upaya pemadaman kebakaran di gudang pembuatan pakan ternak di Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Amuk si jago merah pertama kali diketahui Hj. Siti Aisyiah, yang terbangun hendak menunaikan sholat subuh. “Saksi kemudian melihat gudang yang biasa digunakan untuk menyimpan bahan baku pembuatan pakan ternak terbakar. Kemudian berteriak meminta tolong warga, dan dilaporkan ke Polsek Tajinan. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah arus pendek kabel listrik yang ada di gudang,” jelas mantan Kapolsek Pakis ini.

Tak berapa lama kemudian, untuk menjinakan amukan jago merah, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Malang datang. “Kami menurunkan dua mobil damkar. Api baru bisa dipadamkan pukul 08.00 WIB,” papar Kepala Seksi Penanggulangan Bahaya Kebakaran Kabupaten Malang, Agus Suyanto.

Lamanya upaya pemadaman,  menurut Ambon —sapaan akrab Agus Suyanto— karena banyaknya material yang mudah terbakar di lokasi kebakaran. “Banyak material bahan baku pakan ternak dan limbahnya seperti tongkol jagung yang sudah kering, dan gaplek (singkong kering-red). Beruntung tidak sampai merembet ke tempat lain. Tidak ada korban,”ungkapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh petugas PBK Kabupaten Malang, akibat kebakaran tersebut, ditaksir korban menderita kerugian material senilai Rp 150 juta. “Pengakuan pemilik kepada kita seperti itu. Karena lahan yang terbakar memang luas,” pungkas Agus Suyanto.  (diy)